JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Di sebuah gang di Jalan Ukir, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2), sebuah batu diletakkan. Kecil bentuknya, tetapi besar maknanya.
Batu pertama itu menandai dimulainya Program Bedah Rumah yang digagas Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta, sekaligus menjadi simbol kehadiran pemerintah di ruang hidup warga.
Wakil Gubernur Rano Karno datang langsung menyaksikan prosesi groundbreaking. Di hadapan warga, ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar soal memperbaiki dinding atau atap.
Lebih dari itu, ini tentang memulihkan martabat.
“Program ini bukan hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga. Kami ingin memastikan setiap orang punya tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni,” ujar Rano.
Rumah yang menjadi sasaran bedah berukuran sekitar 33,83 meter persegi. Bangunan berusia sekitar 40 tahun itu dihuni tiga kepala keluarga yang menempati tiga petak berbeda. Struktur yang mulai rapuh dinilai sudah tak lagi memenuhi standar keamanan dasar.
Di titik inilah intervensi pemerintah menemukan relevansinya.
Bagi Rano, hunian yang layak adalah fondasi psikologis. Dari rumah yang aman, tumbuh rasa percaya diri. Dari ruang tinggal yang manusiawi, lahir optimisme untuk menata masa depan.
“Dari tempat tinggal yang baik akan tumbuh semangat baru menjalani kehidupan,” katanya.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta—pendekatan yang tidak hanya menyasar ekonomi, tetapi juga kualitas lingkungan hidup.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menambahkan, program ini lahir dari kesadaran kolektif jajarannya. Dana sekitar Rp70 juta dihimpun dari kontribusi anggota Satpol PP sebagai bentuk tanggung jawab sosial institusi.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak perda, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial,” ujarnya.
Pelaksanaan bedah rumah dijadwalkan berlangsung hingga April 2026. Selain renovasi, Satpol PP juga akan terlibat langsung dalam kerja bakti pembongkaran dan pembersihan lingkungan sekitar.
Di tengah hiruk pikuk ibu kota, program ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi tiga keluarga yang selama puluhan tahun hidup dalam keterbatasan ruang dan rasa aman, rumah yang diperbaiki adalah awal dari kehidupan yang lebih layak.
Kadang pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar. Ia bisa bermula dari satu rumah kecil dan dari sekelompok orang yang memilih bergotong royong.


