BerandaEntertainmentMark Ruffalo hingga Tilda...

Mark Ruffalo hingga Tilda Swinton Tolak Kerja Sama dengan Perfilman Israel

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Lebih dari 1.300 insan perfilman internasional, termasuk peraih Oscar, BAFTA, Emmy, hingga Cannes, menyatakan tidak akan bekerja sama dengan institusi perfilman Israel. Sikap ini diambil sebagai bentuk protes atas keterlibatan Israel yang dianggap melakukan “genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.”

Dalam pernyataan terbuka yang ditandatangani ratusan sineas, aktor, pekerja film, hingga lembaga perfilman, mereka menegaskan bahwa sinema memiliki kekuatan membentuk persepsi publik. Karena itu, mereka menolak segala bentuk kolaborasi dengan festival, bioskop, stasiun TV, maupun perusahaan produksi Israel.

“Di tengah krisis mendesak ini, ketika banyak pemerintah justru mendukung pembantaian di Gaza, kita harus melakukan segalanya untuk menghentikan keterlibatan dalam horor tanpa henti itu,” bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga :   “Jadilah Pemenang”, Lagu Penyemangat Gen Z dari Syafii Efendi dan Risty Ang

Para penandatangan juga mengutip putusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang menyebut adanya risiko genosida di Gaza. Mereka menegaskan, kebebasan bagi semua orang adalah “tugas moral mendasar yang tidak boleh diabaikan.”

Sikap ini merespons seruan sineas Palestina agar industri film global tidak tinggal diam terhadap penindasan. Mereka terinspirasi dari gerakan Filmmakers United Against Apartheid yang pada masa lalu menolak pemutaran film di Afrika Selatan saat rezim apartheid masih berkuasa.

Beberapa nama besar yang ikut menandatangani pernyataan tersebut antara lain Olivia Colman, Javier Bardem, Aimee Lou Wood, Susan Sarandon, Mark Ruffalo, Riz Ahmed, Tilda Swinton, Julia Sawalha, Miriam Margolyes, Ken Loach, dan Juliet Stevenson.

Baca Juga :   Kurasi Musik Indonesia Gelar Konser Amal untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 64.500 warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar wilayah kantong yang terkepung. Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional terkait perang yang dilancarkan di Gaza.|Foto : Instagram@markruffalo/@tildaswinton /Sumber: Anadolu

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img