BerandaSportLupakan Atau Olimpiade di...

Lupakan Atau Olimpiade di Depan Mata

Oleh : Sutan Kaler

JANGAN menggantungkan beban berat pada leher pemain tim sepakbola Indonesia yang akan bertanding melawan Guinea di babak play off Olimpiade Paris 2024.

Yang paling penting saat ini, berikan kenyaman dan bangkitkan kembali rasa percaya diri semua pemain agar tampil lebih semangat dan disiplin secara team work..

Tidak perlu pula ketua umum PSSI Erick Tohir masuk sampai ke “dapur” atau ruang ganti pemain dan berteriak-teriak, “Fight back…fight back.” Bahkan menyindir beberapa nama pemain egois, “goreng” atau “gocek” bola sendiri tanpa memberikan umpan pada rekannya.

Biarkan mereka bermain lepas tanpa beban. Soal teknis dan taktikal serahkqn kepada pelatih Sty untuk meramunya. Begitu juga masalah suntikan motivasi, mental dan psikis tugas manejer dan jajarannya.

Strategi semacam ini diharapkan bisa mendongkrak naik kualitas team work. Lupakan pula segala cacian dan hujatan akibat dua kekalham beruntun dari Uzbekhistan dan Irak.. Sehingga terbuka lebar jalan kemenangan. Sekaligus lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Jangaj terulamg lagi kisah pahit Anjas Asmara dkk di masa lalu. Kalau saat itu, tendangan penalti Anjas menembus gawang Korea Utara, untuk kali pertama tim sepakbola Indonesia tampil di Olimpiade Montreal, Kanada 1976.

Sekecil apa pun peluang melawan Guinea, yang lebih diunggulkan sebagai peringkat 76 FIFA, tetap ada kesempatan memenangkan pertandingan. Melawan Korsel peringkat 34 dunia yang lebih kuat dari Guinea, kita bisa menang. Jadi jangan underestimate. Jangan kalah sebelum bertanding. “Olimpiade Paris di depan mata atau lupakan saja.”

Baca Juga :   GT Radial Perkuat Komitmen dan Konsistensinya di Motorsport Indonesia bersama TGRI di ajang MLDSPOT Autokhana

Pertandingan ini kesempatan terakhir bagi Indonesia lolos ke Olimpiade 2024, setelah dua kesempatan sebelumnya kalah dari Uzbekistan 0 – 2 di semifinal piala Asia dan disingkirkan Irak 1 – 2 pada partai memperebutkan tempat ketiga.

Sama dengan Indonesia, kesempatan ini juga tidak akan disia-siakan Guinea. Pelatih Diawara melalui situs resmi FIFA sangat memperhitungakan kekuatan swpakbola Indonesia. Namun demikian, dia menargetkan kemenangan untuk melangkah ke Olimpiade.

Dari 26 pemain Guinea yang dilatih mantan pemain klub Paris SG itu, 21 pemqin berkompetisi di liga elit Eropa seperti Prancis, Polandia, Belgia, Jerman dan Yunani.

Tidak mudah bagi Indinesia, tetapi bukan berarti tertutup rapat pintu kemenangan. Apalagi pelatih Sty ketiika melatih Korsel paham dan banyak oengalaman meladeni tim sepakbola Afrika. Bahkan tahun 2017 tim Korsel -20 yang dilatih STY pernqh memgalahkan Guinea 3 – 0.

Sty secara pribadi tentu tidak ingin kehilangan “kehilangan muka” untuk ketigakalinya, setelah sebelumnya dipermalukan Uzbekhistan dan Irak.
.
Hanya keledai yang jatuh dua kali di lubang yang sama. Mungkin pepatah kuno ini, bisa jadi cambuk motivasi untuk memenangkan pertandingan.

Baca Juga :   Liverpool Di Puncak Klasemen Sementara Liga Inggris, Mohamed Salah Bisa Batal Ke Liga Arab Saudi

Shin tae-young masih optimistis Indonesia akan tampil di Olimpiade. Hal ini diutarakannya kepada pers melalui media resmi PSSI usai kalah dari Irak maupun ketika menjnggalkan Jakarta menuju babak play off di Paris, 9 Mei mendatang.

Tim Indonesia saat ini berada di Paris untuk mempersiapkan diri dalam cuaca yang cukup dingin. Pertandingan Indonesia melawan Guinea digelar tertutup tanpa penonton di Clairefontaine, Prancis, pada Kamis (9/5) pukul 15.00. Prancis khawatir gangguan sabotase keamanan menjelang Olimpiade. Partai disiarkan langsung oleh televisi RCTI. .

Materi pemain ke babak play off tanpa Justin Hubbner. Dia tidak mendapat izin dari klub Careco Osaka Jepang. Hubner adalah salah satu kunci lini belakang bersama Rizky Ridho. Dia juga efektif sebagai gelandang untuk mengiris-iris pertahanan lawan.

Sebagai pengganti Hubner, pelatih Sty memanggil Elkan Bagot yang kini bermain di Liga Inggris dan Alfendra Dewangga dari PSIS Semarang. Kedua pemain, diharapkan bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Hubner.

Rizky Ridho yang absen melawan Irak karena akumulasi kartu merah kembali sebagai kapten dan komando lini pertahanan untuk membentengi gawang Ernando Ari. Sedangkan pemain yang kena duakali kartu kuning seperti Rafael Struick, Marcelino, dan Witan Sulaiman tetap bertanding karena semua akumulasi kartu kuning diputihkan dalam babak play off.

Baca Juga :   Tour de Banyuwangi Ijen 2025 Resmi Ditutup Menpora, Gaungkan Sport Tourism ke Dunia

Tidak ada referensi data kedua tim dalam pertemuan sebelumnya. Sama-sana belum pernah bertemu dalam event resmi dan partai uji coba. Guinea, negara kecil di Afrika Barat dengan jumlah penduduk 13,7 juta jiwa. Rangking 76 FIFA. Jauh dari Indonesia sebagai peringjat 134 FIFA.

Rangking FIFA tidak bisa dijadikan tolok ukur. Guinea mayoritas pemainnya berpengalaman di Liga Eropa, khususnya Prancis. Visi bermain ala Eropa menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan. Apalagi postur tubuh tinggi dan kuat bisa jadi sandungan terbwrat Indonesia

Pemain Guinea yang matang dan kaya pengalaman liga Eropa, biasanya tenang dan taktis. Tidak banyak goreng-goreng bola. Counter attack melalui long passing atau crossing ke jantung pertahan lawan.

Gaya main semacam ini sulit diantisipasi Indonesia, terutama lini tengah dan belakang. Biasanya terlambat dalam mengantisipasi serangan balik melalui bola – bola atas atau crossing dari kedua sayap.

Kondisi fisik tim Indonesia juga menurun tajam dalam dua kekalahan terakhir dari Uzbekhistan dan Irak. Tidak seperti sebelumnya tampil dengan determinasi yang tinggi ketika membantai Yordania dan Korsel.

Jika pemain, kembali disiplin secara team work dengan kecepatan dan kekuatan fisik dan mental yang baik melawan Guinea, maka tiket Olimpiade 2024 tidak akan jatuh ke tangan lawan. Semoga !

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Catatan Politik : Bambang Soesatyo

Aspirasi tentang Fokus Pada ...

Keprihatinan Penulis Satu Pena

Keprihatinan Penulis SATUPENA/ PERNYATAAN KEPRIHATINAN HATI NURANI RAKYAT Jakarta.TerminalNews.Co.Id - Negara Indonesia...

Nurdin dan Mr.T Disegani di Negeri Ini

Nurdin dan Mr. T Disegani di Negara Ini. ...

Ketua Umum IMI Bamsoet Apresiasi Penyelenggaraan Fun Rally Mercedes Benz W202 Club Indonesia

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo...

- A word from our sponsors -

spot_img