BerandaSportLiga Inggris: Manchester City...

Liga Inggris: Manchester City Terancam Hukuman Berat Kalau Terbukti Langgar Aturan Finansial Liga Inggris

LONDON, TERMINALNEWS.ID – Manchester City akan menghadapi hukuman yang sangat serius jika terbukti melanggar aturan finansial Liga Inggris.

Pada Selasa pagi (13 Agustus), beberapa laporan menyebutkan bahwa sidang terkait 115 dugaan pelanggaran aturan finansial Liga Inggris oleh Manchester City akan dimulai pada 16 September.

Pada Februari 2023, Liga Inggris menuduh Manchester City melakukan 115 pelanggaran terhadap aturan finansial selama sembilan tahun, mulai dari 2009 hingga 2018.

Dugaan pelanggaran tersebut termasuk tidak memberikan informasi keuangan yang akurat selama sembilan musim berturut-turut, tidak memberikan rincian lengkap mengenai gaji mantan manajer Roberto Mancini selama empat musim dari 2009 hingga 2013, serta tidak memberikan rincian penuh tentang remunerasi pemain — termasuk mantan gelandang Yaya Toure — selama enam musim dari 2010-11 hingga 2015-16.

Baca Juga :   Rasmus Hojlund Masih Bisa Cetak Gol Untuk Manchester United

Manchester City juga didakwa tidak bekerja sama dengan investigasi Liga Inggris dan tidak menyerahkan dokumen yang diminta selama lima musim dari 2018-19 hingga 2022-23.

Liga Inggris memulai investigasi terhadap Manchester City pada tahun 2018 setelah publikasi dokumen Football Leaks oleh situs Jerman, Der Spiegel.

Dokumen tersebut mencakup salinan kontrak Roberto Mancini, perjanjian hak gambar yang melibatkan agen Yaya Toure, dan berbagai email yang menyebutkan bahwa pemilik Manchester City membayar uang sponsor secara langsung.

Manchester City Bantah Tuduhan

Karena keseriusan dan kompleksitas dugaan pelanggaran ini, jika terbukti benar, Manchester City kemungkinan besar akan menghadapi degradasi dari Liga Inggris.

Menurut The Times, hasil dari sidang selama 10 minggu ini diperkirakan akan keluar pada awal 2025.

Baca Juga :   Cara Kerja Sistem Bonus Manchester United di Era Sir Alex Ferguson Diungkap Mantan Pemain

Pada tahun 2020, Manchester City dijatuhi larangan dua tahun dari kompetisi Eropa oleh UEFA karena dugaan pelanggaran aturan finansial.

Namun, larangan tersebut dibatalkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah memutuskan bahwa pembayaran sebesar 30 juta pound yang diduga berasal dari pendanaan ekuitas pemilik melalui perusahaan telekomunikasi Etisalat tidak dapat dianggap sebagai pelanggaran aturan karena sudah kedaluwarsa.

Dua dari tiga anggota panel CAS memutuskan bahwa tuduhan bahwa Manchester City menerima pendanaan ekuitas terselubung melalui Etihad Airways “tetap tidak terbukti.”

Sidang Liga Inggris dapat menangani elemen dugaan pelanggaran Manchenter City yang telah kedaluwarsa dan tidak dapat ditangani oleh UEFA.

Hasil dari kasus hukum terpisah yang diajukan oleh Manchester City terhadap Liga Inggris terkait aturan transaksi pihak terkait (APT) akan diumumkan dalam dua minggu ke depan.

Baca Juga :   Sejumlah Pengprov FPTI Inginkan Perubahan dan Mengusung Muhammad Ridho Sebagai Ketum Baru

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Tom Holland Siapkan Regenerasi Spider-Man, Sudah Punya Rencana Penerus Peter Parker

TERMINALNEWS.ID, LOS ANGELES - Aktor Tom Holland mengungkapkan bahwa dirinya telah...

RUU Advokat 2026: Negara Tidak Boleh Lagi Salah Fokus

OLEH: Suhardi Somomoeljono, S.H., M.H. SETIAP NEGARA hukum bergantung pada tiga pilar...

Arnold Schwarzenegger Rayakan Ulang Tahun ke-79 dengan Kampanye Kebugaran

TERMINALNEWS.ID, LOS ANGELES – Arnold Schwarzenegger merayakan ulang tahunnya yang ke-79...

Liga Jakarta Bersiap Gelar Kategori U-13 di Musim 2027, Pembinaan Usia Muda Kian Lengkap

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Kompetisi sepak bola usia muda Liga Jakarta akan...

- A word from our sponsors -