MANCHESTER, TERMINALNEWS.ID – Seorang mantan pemain Manchester United mengungkap bagaimana sistem bonus di klub legendaris itu berjalan pada masa kejayaan Sir Alex Ferguson sebagai pelatih.
Dalam sepak bola modern, topik gaji pemain menjadi perhatian besar para penggemar. Bahkan pemain yang jarang tampil di tim utama bisa meraup jutaan poundsterling setiap tahun, meski kontribusinya di lapangan terbilang minim.
Menurut data Capology, pemain dengan gaji tertinggi di Premier League saat ini adalah Erling Haaland dari Manchester City dengan bayaran mencapai 525.000 pound per pekan.
Di posisi kedua ada Mohamed Salah (Liverpool) yang menerima 400.000 pound per pekan, disusul Casemiro (Manchester United) di posisi ketiga dengan 350.000 pound per pekan.
Sementara itu, rata-rata gaji pemain Premier League musim 2025/26 mencapai 60.000 pound per pekan, meningkat 3.000 pound dibanding musim sebelumnya, menurut laporan Salary Leaks.
Menariknya, para pemain top ini masih bisa menambah penghasilan mereka lewat berbagai bonus kontrak, mulai dari jumlah penampilan, gol, clean sheet, hingga prestasi klub di kompetisi domestik maupun Eropa.
Bahkan, manajer seperti Pep Guardiola disebut-sebut menyumbangkan bonus juara liganya untuk staf pelatih Manchester City.
Bonus Hanya untuk Juara
Dalam podcast Fozcast milik mantan kiper Ben Foster, eks penjaga gawang Manchester City Scott Carson mengungkap bahwa di klub tersebut, pemain hanya menerima bonus ketika berhasil menjuarai kompetisi.
Carson mengatakan, “Saya sempat berbincang dengan Txiki Begiristain (Direktur Sepak Bola Man City). Ia bilang, sebelum dia datang, pemain mendapat banyak fasilitas dan bonus meski hanya finis di posisi kedua. Tapi dia mengubah itu semua. Ia hanya ingin pemain mendapatkan bonus jika benar-benar memenangkan trofi.”
Sistem Serupa di Era Sir Alex Ferguson
Lalu bagaimana dengan sistem bonus Manchester United saat era keemasan Sir Alex Ferguson yang meraih 13 gelar Premier League?
Menurut Ben Foster, yang membela Manchester United antara tahun 2005 hingga 2010, sistemnya ternyata tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan Manchester City saat ini.
Foster mengungkap, “Menjelang saya meninggalkan Manchester United, mereka mulai menerapkan sistem serupa. Klub mengatakan, ‘Kalian semua sudah bergaji sangat besar. Kami tidak akan membayar bonus hanya karena kalian mencapai perempat final Liga Champions. Kami mengharapkan kalian menjuarai kompetisi.’”
Kebijakan ini menunjukkan betapa ketatnya standar yang diterapkan Ferguson di Old Trafford. Para pemain seperti Gary Neville, Ryan Giggs, dan Paul Scholes tidak hanya dituntut tampil konsisten, tetapi juga berprestasi demi mendapatkan tambahan penghasilan.

