TEL AVIV, TERMINALNEWS.ID – Di tengah beredarnya laporan mengenai kematian mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, media pemerintah Iran menyatakan kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sejumlah media Israel dan internasional melaporkan bahwa Ahmadinejad tewas dalam serangan pada Sabtu yang menghantam kediamannya, dengan mengutip sumber “media pemerintah.”
Beberapa laporan menyebut Iran Labor News Agency (ILNA). Namun kantor berita tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa laporan kematian Ahmadinejad “tidak dapat dikonfirmasi.”
Salah satu rekan dekat Ahmadinejad yang berkomunikasi dengan ILNA membantah kabar tersebut. “Berita tentang kesyahidan beliau adalah tidak benar,” demikian pernyataan yang dikutip.
Hingga kini, baik Israel maupun Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.
Militer AS Bantah Klaim Iran Terkait Serangan ke USS Abraham Lincoln
Militer Amerika Serikat membantah klaim Iran yang menyebut kapal induk USS Abraham Lincoln dihantam rudal balistik.
United States Central Command (CENTCOM) menegaskan bahwa kapal induk tersebut tidak terkena serangan apa pun. Klaim sebelumnya disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menyatakan telah menembakkan empat rudal balistik ke arah kapal induk tersebut.
“Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati kapal,” demikian pernyataan CENTCOM.
CENTCOM juga menambahkan bahwa USS Abraham Lincoln tetap meluncurkan pesawat tempur untuk mendukung operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, IRGC mengklaim “kapal induk AS Abraham Lincoln telah dihantam empat rudal balistik.” Namun pihak AS membantah keras klaim tersebut.
Tiga Tentara AS Tewas dalam Konflik dengan Iran
Militer AS mengumumkan tiga prajuritnya tewas dan lima lainnya mengalami luka serius dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Ini merupakan korban pertama dari pihak Amerika sejak konflik meningkat.
CENTCOM tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden yang menyebabkan korban jiwa tersebut. Namun disebutkan bahwa Iran dalam 24 jam terakhir telah menargetkan fasilitas militer Amerika di Timur Tengah menggunakan rudal balistik dan drone.
“Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat serpihan dan gegar otak dan sedang dalam proses kembali bertugas,” ujar CENTCOM, seraya menegaskan bahwa operasi militer besar masih terus berlangsung.
AS Gunakan Bomber B-2 dalam Serangan ke Iran
Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi bahwa militer Amerika menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 dalam serangan terbaru terhadap Iran.
Empat pesawat pengebom B-2 dilaporkan terbang langsung dari Amerika Serikat dan menjatuhkan puluhan bom seberat 2.000 pon ke lokasi rudal balistik bawah tanah di Iran.
Konfirmasi ini muncul setelah analis pelacak penerbangan sumber terbuka mendeteksi pergerakan pesawat B-2 yang mengarah ke kawasan tersebut.
IDF Klaim Hancurkan Markas Keamanan Internal Iran di Teheran
Militer Israel menyatakan telah menghancurkan markas besar pasukan keamanan internal Iran dalam gelombang serangan udara terbaru di Teheran.
Israel Defense Forces (IDF) menyebut puluhan jet tempur menyerang berbagai markas rezim Iran, termasuk markas staf umum pasukan keamanan internal.
Menurut IDF, markas tersebut berfungsi sebagai pusat komando dan kendali yang menghubungkan pimpinan militer dengan pasukan di lapangan.
Selain itu, IDF juga mengklaim telah menghancurkan kompleks yang digunakan oleh unit Thar-Allah, bagian dari IRGC yang bertanggung jawab atas keamanan wilayah Teheran.
Sirene Serangan Rudal Iran Berbunyi di Israel Utara
Sirene peringatan serangan rudal balistik dari Iran kembali terdengar di wilayah Israel utara.
IDF menyatakan tengah berupaya mencegat proyektil yang terdeteksi diluncurkan dari Iran. Warga di wilayah terdampak diminta tetap berada di tempat perlindungan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Arab Saudi Cegat Rudal Iran yang Menargetkan Bandara Riyadh
Arab Saudi dilaporkan berhasil mencegat rudal Iran yang menargetkan Bandara Internasional Riyadh serta Pangkalan Udara Prince Sultan yang menampung personel militer AS.
Menurut sumber Teluk yang dikutip AFP, sistem pertahanan udara berhasil mengintersepsi rudal tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material.
Saksi mata di sekitar bandara mengaku melihat dan mendengar sistem pertahanan udara mencegat rudal di langit. Sebelumnya, ledakan juga dilaporkan terdengar di wilayah timur Riyadh.
Militer AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Teluk Oman
Militer Amerika Serikat menyatakan telah menenggelamkan sebuah korvet kelas Jamaran milik Angkatan Laut Iran pada awal operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran.
CENTCOM menyebut kapal tersebut kini “tenggelam ke dasar Teluk Oman di dermaga Chah Bahar.”
Citra satelit yang diambil sebelumnya menunjukkan kapal perang tersebut menjadi target serangan dalam operasi pembuka.


