JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Dunia kuliner Indonesia makin semarak! Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bekerja sama dengan PT Anggana Catur Prima dan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia menggelar kompetisi memasak untuk pelajar SMA/SMK jurusan Tata Boga bertajuk “Koki Muda Koepoe Koepoe”.
Kompetisi ini bertujuan untuk menumbuhkan bakat memasak anak muda, sekaligus memperkenalkan kekayaan rempah-rempah Indonesia melalui kreasi kuliner yang unik dan bercita rasa khas nusantara.
“Kuliner adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang paling berdampak di Indonesia. Lewat ajang ini, kita membuka peluang kerja baru dan mencetak chef muda yang bangga dengan cita rasa Indonesia,” ujar Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, saat konferensi pers di Jakarta.
Diikuti Ratusan Tim dari Tiga Kota
Kompetisi “Koki Muda Koepoe Koepoe” diikuti oleh 657 tim dari 45 sekolah di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Mereka akan bersaing lewat beberapa tahap, yaitu Roadshow, Bigbang, dan Grand Final.
Peserta diminta menciptakan makanan khas Indonesia yang kreatif dan inovatif, menggunakan aneka rempah lokal dari merek Koepoe Koepoe, yang sudah dikenal di dapur-dapur Indonesia sejak 1942.
“Kami ingin memperkenalkan rempah-rempah Indonesia kepada generasi muda. Kompetisi ini bukan hanya ajang lomba, tapi juga sarana belajar dan berkreasi,” kata Harry Widjaja, CEO PT Anggana Catur Prima.
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Investasi Masa Depan
Menurut Chef Rafael Triloko Basanto, Presiden ACP Indonesia, ajang ini menjadi langkah penting dalam pendidikan kuliner anak muda. Ia berharap kompetisi ini bisa melahirkan chef-chef muda berbakat yang kelak mampu bersaing di tingkat internasional.
“Ini kompetisi yang sehat, bergengsi, dan mendidik. Kita perlu menyiapkan generasi baru di dapur Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Chef Ronald Tekilov, salah satu juri, menekankan pentingnya mengangkat kekayaan rempah Indonesia melalui masakan yang otentik dan kreatif.
“Kami ingin melihat karakter dan rasa dalam masakan para peserta. Ini soal mencintai budaya lewat masakan,” katanya.
Mendorong Ekosistem Kuliner yang Kuat
Kompetisi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri, sekolah, dan komunitas bisa menciptakan dampak besar. Selain mencari bakat baru, acara ini juga mendorong semangat kewirausahaan, pelestarian budaya, dan inovasi di bidang kuliner.
“Rempah kita kaya, masakan kita beragam. Kini saatnya generasi muda tampil, berkreasi, dan membawa rasa Indonesia ke dunia,” tutup Wamen Irene.| Foto : Istimewa.


