JAKARTA, TERMINALNEWS.ID. Tepat sehari menjelang ibadah puasa ramadan 1447 hijrah, sebuab tahap penting kompetisi Liga Jakarta 2026, yakni verifikasi dan foto pemain berhasil dituntaskan. Ini adalah tahap lanjut dari proses registrasi tim dan seluruh calon peserta yang telah dimulai sejak November 2025 dan berakhir pada 31 Desember 2025 lalu.
Pada Rabu (18//2/2026) tersebut sebanyak 32 tim untuk dua kategori, Liga Soeratin U-15 dan Liga Jakarta U-17 tahun 2026 telah menyelesaikan tahapan verifikasi serta foto untuk seluruh calon pemain yang akan diturunkan. Tidak kurang dari 900 an anak-anak remaja ABG kalangan Gen-Z (maksimal kelahiran tahun 2012), dari seluru peserta telah melewati sesi yang berlangsung secara marathon sejak pertengahan Januari lalu.
Semua yang menjalani sesi tersebut, resmi berhak dimainkan oleh klubnya dalam kompetisi yang akan dimulai pada 11-12 April 2026 mendatang di lapangan PSF Pancoran, Jakarta Selatan.
Oleh panitia, seluruh pemain yang didaftarkan elah diperiksa kelengkapan identitas serta akurasi data dirinya. Hal yang sejak awal adalah sarana untuk menghindari kemungkinan pencurian umur. Meski data pendukung sudah relatif mumpuni untuk mencegah kemungkinan tersebut, namun pencegahan potensi penyimpangan lewat screening fisik masih jadi cara terbaik.
Sementara sesi foto yang wajib diikuti seluruh pemain, tidak lain adalah untuk menguatkan keberadaan para pemain tersebut secara visual. Karena seluruh foto serta data mereka akan dimuat dalam web site. Hal yang akan memudahkan para talent scouting luar dalam mengintip potensi pemain yang mereka inginkan.
Menurut inisiator sekaligus Ketua Panitia Liga Jakarta, Yosef Erwiyantoro, pihaknya tidak sedang unjuk idealisme atau sok-sok an mau jadi seolah-olah jadi operator profesional kelas Liga-1. “Panitia ingin menunjukkan bahwa, proses ribet serta makan waktu dan tenaga ini yang semestinya dilakukan jika sebuah kompetisi level junior dan grass root ingin dianggap berkualitas”, katanya pada Rabu (18/2/2026).
Oleh sosok yang akrab disapa Mbah Coco ini, dengan mendaftarkan pemain sejak jauh-jauh hari. Tim -tim peserta bisa membuat rencana dan proyeksi program untuk tim saat kompetisi bergulir, sekaligus tidak mengandalkan pemain cabutan ala pertandingan tarkam. Dengan pemain-pemain yang tetap dan jumlah pertandingan yang cukup serta berkesinambungan, hal tersebut akan secara langsung memaksa tim untuk tertib administrasi sejak dini.
Ini menunjukkan idealisme penyelenggara Liga agar calon pemain sejak awal sudah terdaftar bisa dipenuhi dipenuhi oleh klub.
Panitia juga bersukur bahwa mayoritas klub telah lebih dahulu melakukannya secara mandiri. Sehingga turut membantu kelancaran proses verifikasi dan foto pemain tersebut.
“Aturan ini hanya langkah kecil bahkan mungkin terkesan ribet oleh sebagian pihak. Karena dalam banyak event di tempat lain, memasang pemain cabutan, bukan pemain yang biasa sama-sama saat latihan adalah pemandangan biasa”tandas nya.
Maka, skuad penyelengggara yang tergabung dalam kepanitiaan Liga Jakarta 2026, dengan latar belakang wartawan “karatan” dari berbagai desk dan bidang, seperti olahraga, budaya, seni, politik punya satu mimpi yang sama. Menggelar event kelas pembinaan akar rumput bidang sepak bola, dengan mimpi agar cita-cita bear anak2 muda yang lewat olahraga ini mendapat tempat untuk berkembang sebagaimana mestinya.


