TERMINALNEWS.ID, PARIS – Timnas Prancis memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia setelah mengalahkan Swedia dengan skor meyakinkan 3-0 pada Selasa. Dua gol dari Kylian Mbappe dan satu gol Bradley Barcola membawa Les Bleus meraih kemenangan tanpa kesulitan.
Namun, seusai pertandingan, perhatian publik justru tertuju pada momen yang melibatkan gelandang Manchester City, Rayan Cherki, dan pelatih Didier Deschamps.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Deschamps terlihat berusaha memeluk Cherki saat para pemain merayakan kemenangan di Stadion MetLife. Akan tetapi, Cherki tampak menghindari pelukan tersebut.
Saat Deschamps mencoba menghampirinya untuk kedua kalinya, pemain berusia 22 tahun itu kembali terlihat tidak memberikan respons yang diharapkan.
Cuplikan tersebut memicu spekulasi bahwa Cherki sengaja mengabaikan pelatihnya.
Laporan dari media Prancis, L’Equipe, menyebut bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh hubungan yang buruk antara Cherki dan Deschamps.
Menurut laporan itu, Deschamps tidak mempermasalahkan interaksi yang terjadi di lapangan. Sementara itu, Cherki disebut tengah menghadapi situasi pribadi yang sangat sulit di luar lapangan.
Orang-orang terdekat sang pemain serta sejumlah anggota skuad Timnas Prancis menjelaskan bahwa reaksi Cherki merupakan bentuk frustrasi terhadap masalah pribadi yang telah membebaninya sejak akhir pekan lalu.
Cherki disebut berharap bisa melupakan persoalan tersebut melalui penampilan apik bersama tim nasional. Namun, kondisi mentalnya dikabarkan turut dipengaruhi oleh kurangnya waktu istirahat karena beberapa malam mengalami kesulitan tidur.
Meski sedang menghadapi persoalan pribadi, Cherki tetap bertekad membantu Prancis dalam upaya merebut kembali gelar juara dunia.
Pemain Manchester City itu juga menyadari bahwa dirinya belum menjadi pilihan utama Deschamps. Persaingan di lini serang Les Bleus sangat ketat dengan kehadiran nama-nama seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, Bradley Barcola, dan Ousmane Dembele.
Laporan yang sama menyebut Mbappe dan Dembele terus memberikan dukungan moral kepada Cherki. Keduanya meyakinkan bahwa kesempatan bermain lebih besar akan datang pada waktunya, terutama ketika tim membutuhkan energi baru pada babak kedua pertandingan.
Laga melawan Swedia juga menjadi pertandingan emosional bagi Didier Deschamps. Pelatih berusia 57 tahun itu baru kembali mendampingi tim setelah absen pada kemenangan 4-1 atas Norwegia karena menghadiri pemakaman ibunya, Ginette.
Sesaat setelah Mbappe membuka keunggulan Prancis, sang kapten langsung menghampiri dan memeluk Deschamps sebagai bentuk dukungan.
Usai pertandingan, Deschamps mengaku sangat tersentuh dengan gestur tersebut.
“Secara pribadi, tindakan Kylian sangat menyentuh saya. Dia adalah kapten kami dan sejak hari pertama selalu menunjukkan sikap yang luar biasa,” ujar Deschamps.
Ia juga memuji kekompakan skuad selama dirinya tidak mendampingi tim.
“Tim tetap bersatu dan melakukan apa yang harus dilakukan ketika saya tidak berada di sana. Ketika saya kembali, mereka tahu saya sudah bersama mereka lagi. Mentalitas sebuah tim memang tidak selalu memenangkan pertandingan, tetapi saya tahu betul bahwa mentalitas yang buruk bisa membuat Anda kalah,” kata Deschamps.


