BerandaBudayaKementerian Kebudayaan Perkuat Ekosistem...

Kementerian Kebudayaan Perkuat Ekosistem Budaya Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Pemerintah memperkuat upaya pemajuan kebudayaan nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan sejumlah naskah kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

Penandatanganan dokumen kerja sama ini berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Selasa (10/3/2026), dengan mengusung tema “Sinergi Lintas Sektor: Membangun Ekosistem Kebudayaan yang Maju, Berintegritas, dan Bermartabat.”

Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah mitra strategis, antara lain Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Kehutanan, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjalankan program-program kebudayaan secara lebih efektif.

“Naskah kerja sama ini merupakan payung. Di level taktis dan teknis, berbagai kegiatan dapat diselaraskan, diharmonisasikan, dan saling mendukung untuk memajukan pembangunan nasional,” ujar Fadli.

Baca Juga :   Komdigi Ajak Operator Seluler Dukung Pemutakhiran Data Pelanggan sebagai Langkah Nyata Jaga Ruang Digital Tetap Aman

Ia juga menekankan bahwa amanat konstitusi telah menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa. Pasal 32 UUD 1945, menurutnya, menegaskan kewajiban negara untuk memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia sekaligus menjamin masyarakat dapat memelihara dan mengembangkan nilai budayanya.

“Negara yang dimaksud tentu bukan hanya Kementerian Kebudayaan, tetapi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fadli juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan aset budaya nasional. Saat ini, Kementerian Kebudayaan tengah melakukan verifikasi dan digitalisasi berbagai koleksi serta aset budaya, termasuk koleksi museum di tingkat nasional maupun daerah.

Kerja sama dengan BRIN dinilai penting untuk memperkuat penelitian kebudayaan, termasuk penelitian yang mengungkap temuan lukisan gua tertua di dunia di Indonesia yang diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun.

Baca Juga :   Menbud Dukung Waisak 2026 di Borobudur, Perkuat Warisan Budaya dan Spiritualitas

Selain itu, sinergi dengan Kementerian Kehutanan juga dianggap krusial karena banyak situs arkeologi dan gua prasejarah berada di kawasan hutan. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat penelitian, perlindungan, dan pelestarian situs-situs bersejarah tersebut.

Pemajuan kebudayaan, lanjut Fadli, juga harus terhubung dengan penguatan ekonomi budaya dan industri kreatif. Hal ini dapat dilakukan melalui revitalisasi bangunan bersejarah agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas budaya sekaligus mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa kolaborasi antarlembaga penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, dukungan teknologi dan platform digital dapat membuka peluang lebih luas bagi karya anak bangsa untuk dikenal dan diapresiasi, baik di tingkat nasional maupun global.

Baca Juga :   Jemaah Haji dari Jakarta Terbang Perdana Ke Tanah Suci Mekkah

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memandang hutan bukan hanya sebagai bentang alam, tetapi juga bentang budaya. Ia menyoroti peran masyarakat adat yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.

Kepala BRIN Arif Satria dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria juga menekankan pentingnya penguatan riset dan pemanfaatan data kebudayaan. Digitalisasi dinilai dapat membuka peluang bagi publik untuk mengakses informasi budaya sekaligus mendukung upaya rekonstruksi dan pelestarian objek budaya yang rusak.

Apresiasi juga datang dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Ia menilai kerja sama ini dapat memperkuat upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang budaya.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap ekosistem kebudayaan nasional dapat berkembang lebih kuat, terukur, dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img