JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan ekonomi kreatif yang inklusif. Dalam audiensi bersama Yayasan Layak Insan Mandiri di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (5/11), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan pentingnya membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi di sektor kreatif.
Menurut Irene, keberagaman adalah kekuatan utama dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan. “Inklusivitas tidak hanya tentang memberi akses, tetapi juga menciptakan kesempatan yang adil agar setiap talenta, termasuk teman-teman penyandang disabilitas, dapat berkembang dan berdaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kemenparekraf tengah mengembangkan model kolaborasi hexahelix yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan — mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga lembaga keuangan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas dampak sosial ekonomi dari program pemberdayaan kreatif bagi penyandang disabilitas.
“Kami ingin memastikan setiap inisiatif memiliki kesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan para pelaku kreatif disabilitas,” tambah Irene yang turut didampingi Direktur Fesyen, Romi Astuti.
Sementara itu, CEO Yayasan Layak Insan Mandiri, Karina Aprillia, memaparkan sejumlah program pemberdayaan yang telah dijalankan yayasan, termasuk pelatihan keterampilan kreatif, pendampingan kewirausahaan, dan penguatan akses pasar bagi komunitas disabilitas.
“Kami melihat ekonomi kreatif sebagai ruang yang inklusif dan adaptif. Melalui program seperti Layak Official, Laak Talent Agency, dan Layak School, kami berupaya menyiapkan talenta disabilitas agar siap bersaing di industri fesyen, teater, maupun digital,” ungkap Karina.
Salah satu kegiatan unggulan yayasan adalah Harmonia Inklusif, gelaran tahunan yang menghadirkan kolaborasi antara desainer lokal dan model disabilitas. Ajang ini tak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga sarana literasi publik tentang potensi besar penyandang disabilitas di sektor ekonomi kreatif.
Wamen Ekraf menutup pertemuan dengan optimisme bahwa kemitraan ini akan menjadi langkah awal untuk menciptakan lebih banyak peluang kolaboratif.
“Ekonomi kreatif bisa menjadi mesin pertumbuhan baru jika kita memberdayakan seluruh potensi bangsa tanpa terkecuali,” tegasnya.|Foto : Istimewa

