JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan obat kusta di Papua Barat dalam kondisi aman. Selama setahun terakhir tidak ditemukan kekosongan stok, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Kepastian ini disampaikan usai rapat koordinasi antara Kemenkes, Dinas Kesehatan Papua Barat, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari pada Selasa (16/9).
“Stok obat kusta di Papua Barat masih mencukupi. Hingga kini tidak ada laporan kekosongan,” tegas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.
Data menunjukkan hingga September 2025 terdapat 422 kasus kusta terdaftar di Papua Barat, termasuk 254 kasus baru. Dari jumlah itu, 62 kasus menimpa anak-anak dan tujuh disertai disabilitas. Kabupaten Manokwari menjadi wilayah dengan beban terbesar, mencatat 364 kasus terdaftar dan 242 kasus baru.
Untuk menjamin penanganan, Kemenkes telah menyalurkan ribuan blister Multidrug Therapy (MDT) yang tersedia gratis di Puskesmas. Per September 2025, stok di Papua Barat mencapai 3.006 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak, sementara di Manokwari tersedia 690 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak.
Meski aman dari sisi obat, Kemenkes mengakui masih ada tantangan berupa keterbatasan tenaga medis, rotasi petugas, hingga minimnya anggaran pemeriksaan laboratorium. Berbagai langkah perbaikan terus digencarkan, mulai dari pelatihan dokter rujukan, workshop analis laboratorium, hingga integrasi program kusta dalam RPJMD Papua Barat 2025–2029.
“Kusta adalah program prioritas di Papua Barat. Kami berkomitmen menjaga ketersediaan obat sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah,” ujar Aji.|Sumber Kemenkes RI


