JAKARTA,TERMINALNEWS.ID-| Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya pencegahan penyakit pasca bencana dengan menyalurkan bantuan logistik kesehatan terpadu ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut dirancang tidak hanya untuk penanganan medis, tetapi juga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan warga terdampak.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menyampaikan bahwa risiko penyakit pasca bencana kerap meningkat akibat terganggunya sanitasi dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Oleh karena itu, intervensi kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh.
“Pasca bencana, tantangan kesehatan bukan hanya soal pengobatan. Pencegahan melalui hygiene kit dan emergency kit menjadi langkah penting agar masyarakat tidak jatuh sakit,” kata Agus.
Di Provinsi Aceh, bantuan disalurkan secara bertahap sejak akhir November hingga Desember 2025 ke berbagai kabupaten dan kota. Distribusi obat-obatan menjangkau Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang. Selain itu, Kemenkes juga menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil ke delapan daerah, termasuk Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Aceh Besar.
Untuk mendukung layanan medis, Aceh turut menerima peralatan khusus berupa 20 unit oxygen concentrator, puluhan Emergency Medical Team (EMT) kit, emergency kit, serta family hygiene kit yang didistribusikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan.
Penanganan serupa dilakukan di Sumatera Utara dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi, hingga mitra swasta dan organisasi kemanusiaan. Ribuan dus PMT untuk balita dan ibu hamil, alat pelindung diri, serta serum anti tetanus disalurkan ke wilayah terdampak seperti Sibolga dan Tapanuli Tengah. Bantuan tambahan juga datang dari Dompet Dhuafa, Halodoc, dan Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA).
Sementara itu, di Sumatera Barat, distribusi bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan dasar. Melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) Provinsi dan Direktorat SKK, puluhan paket obat-obatan dikirim ke Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kota Padang, dan Solok untuk mendukung pelayanan masyarakat serta relawan kesehatan.
Agus menegaskan, kelengkapan logistik kesehatan menjadi kunci agar dampak bencana tidak berkembang menjadi krisis kesehatan lanjutan.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan terhindar dari penyakit yang seharusnya bisa dicegah,” tutupnya.|Sumber : KemenkesRI


