TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Suku Dinas Bina Marga menertibkan dan menata kabel jaringan telekomunikasi yang semrawut di sepanjang Jalan Sultan Hamengkubuwono IX, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Rabu (9/9/2026).
Penataan kabel udara tersebut dilakukan sepanjang 792 meter dengan melibatkan 17 pemilik jaringan fiber optik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Jakarta Timur menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, nyaman, sekaligus mendukung wajah Jakarta sebagai kota global.
Kegiatan diawali dengan apel petugas gabungan yang dipimpin Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi. Penertiban melibatkan jajaran Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jakarta.
Fauzi mengatakan, penertiban difokuskan pada kabel-kabel fiber optik yang sebelumnya terpasang semrawut dan menjuntai di udara. Proses penataan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua minggu.

“Jadi hari ini kita melakukan pembersihan atau penertiban kabel-kabel yang ada di atas,” ujar Fauzi.
Menurut Fauzi, jaringan telekomunikasi bawah tanah di lokasi tersebut telah lebih dahulu dibangun. Setelah jaringan baru siap digunakan, layanan telekomunikasi dipindahkan dari kabel udara ke jaringan bawah tanah.
Proses pemindahan tersebut sekaligus diikuti dengan penurunan dan penataan kabel udara serta pencabutan tiang-tiang jaringan yang sudah tidak lagi diperlukan.
Fauzi menilai penataan ini penting karena keberadaan kabel yang menjuntai tidak hanya mengganggu estetika kawasan, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat.
“Yang selama ini dikeluhkan masyarakat, kabel di udara yang menjuntai sangat membahayakan. Mudah-mudahan kawasan ini menjadi lebih rapi, tertib dan nyaman,” katanya.
Ia menambahkan, penataan kabel udara merupakan bagian dari program Pemkot Jakarta Timur untuk mempercantik kawasan perkotaan sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai kota global.

Sepanjang 2026, penataan kabel udara telah dilakukan di sembilan titik di wilayah Jakarta Timur dengan total panjang mencapai ribuan meter. Program tersebut akan terus dilanjutkan dengan mendorong semakin banyak jaringan telekomunikasi dipindahkan ke jaringan bawah tanah.
“Ini merupakan implementasi Jakarta sebagai kota global dan menuju lima abad Jakarta. Kita ingin menjadikan Jakarta semakin indah, tertib dan nyaman,” tutur Fauzi.
Dibangun Empat Bulan
Sementara itu, Koordinator Apjatel Kota Jakarta Timur yang juga mewakili CBN, Valian Davisi, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan bawah tanah di lokasi tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan.
Setelah pembangunan selesai, operator melakukan cut over, yakni proses pemindahan layanan jaringan dari kabel udara ke jaringan bawah tanah. Setelah seluruh layanan dipastikan berfungsi dengan baik, kabel-kabel udara kemudian ditertibkan dan dibersihkan.
“Pekerjaan ini kurang lebih memakan waktu empat bulan. Kita bangun dulu jaringan bawahnya, setelah selesai dilakukan cut over, kemudian kabel yang di atas kita bersihkan semua,” jelas Valian.
Ia memperkirakan seluruh proses penataan, termasuk pencabutan tiang-tiang jaringan, dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu.
“Ini kemungkinan dua minggu selesai semua. Kita cabut tiang-tiangnya dan diselesaikan semuanya. Jadi tidak ada lagi kabel fiber optik di atas, hanya kabel PLN saja yang berada di udara,” pungkasnya.

