JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Menjelang Hari Raya Idulfitri, denyut kampung halaman kembali terasa hangat bagi Inul Daratista. Pedangdut yang dikenal lewat goyang ngebor itu tak sekadar pulang untuk berlebaran, tetapi juga membawa tradisi berbagi yang kian mengakar dari tahun ke tahun.
Di Pasuruan, ribuan warga tampak memadati area sekitar kediamannya. Antrean panjang bukan sekadar gambaran kebutuhan, melainkan juga cerminan kepercayaan masyarakat terhadap sosok yang tak pernah absen hadir di tengah mereka. Tahun ini, sebanyak 1.500 paket sembako dibagikan jumlah yang terus bertambah seiring waktu, seolah mengikuti perjalanan karier dan rezeki yang ia syukuri.
Bagi Inul, kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial musiman. Ia menyebutnya sebagai “ritual” menjelang Lebaran sebuah bentuk rasa syukur yang diterjemahkan dalam aksi nyata. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, minyak goreng, susu, hingga biskuit, ditambah bantuan uang tunai. Sederhana, namun bermakna besar bagi warga yang tengah bersiap menyambut hari kemenangan.
Didampingi sang suami, Adam Suseno, Inul menunjukkan bahwa kepedulian bisa menjadi warisan keluarga. Pasangan ini dikenal rutin kembali ke kampung halaman saat momen keagamaan, tak hanya untuk berbagi sembako, tetapi juga menyalurkan bantuan lain seperti hewan kurban.
Suasana yang tercipta bukan sekadar pembagian bantuan, melainkan juga perayaan kebersamaan. Warga yang hadir mengaku terbantu, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran. Di sisi lain, kehadiran Inul menjadi pengingat bahwa popularitas bisa berjalan beriringan dengan empati.
Lebih dari sekadar aksi sosial, langkah Inul Daratista memperlihatkan konsistensi sesuatu yang kerap langka di tengah gemerlap industri hiburan. Ia tidak hanya menjaga eksistensi di panggung, tetapi juga merawat hubungan dengan akar tempat ia berasal.
Harapannya sederhana: tradisi ini terus hidup, bahkan melampaui dirinya. Sebuah warisan nilai yang tak hanya dikenang, tetapi juga dilanjutkan.


