TERMINALNEWS.ID, WASHINGTON – Legenda Arsenal, Ian Wright, meluapkan kekecewaannya setelah wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, ditolak masuk ke Amerika Serikat menjelang gelaran FIFA World Cup 2026.
Artan yang dikenal sebagai salah satu wasit terbaik di Afrika sebelumnya diproyeksikan menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia. Namun, impian tersebut pupus setelah pria berusia 34 tahun itu tidak diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat saat tiba di Bandara Internasional Miami.
Akibat keputusan tersebut, Artan dipastikan tidak akan bertugas dalam turnamen yang berlangsung musim panas ini.
Dalam pernyataan resminya, FIFA mengonfirmasi bahwa Artan tidak dapat mengikuti pelatihan maupun menjalankan tugas sebagai ofisial pertandingan di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.
FIFA juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk terkait pemberian visa. Menurut FIFA, keputusan akhir mengenai siapa yang mendapatkan visa dan diizinkan masuk ke suatu negara sepenuhnya berada di tangan pemerintah setempat.
Ian Wright Kritik Keras Situasi Piala Dunia 2026
Menanggapi kabar tersebut, Wright mengunggah video di media sosial yang berisi kritik tajam terhadap penyelenggaraan turnamen.
Mantan penyerang Arsenal itu mengaku heran karena semakin banyak laporan mengenai suporter, pemain, ofisial, jurnalis, hingga kini wasit yang mengalami masalah untuk masuk ke Amerika Serikat.

“Setiap beberapa jam selalu ada cerita baru. Suporter ditolak, pemain ditolak, ofisial ditolak, jurnalis ditolak, dan sekarang wasit? Saya tertawa, tetapi ini sebenarnya tidak lucu. Sesuatu harus dikatakan mengenai hal ini,” ujar Wright.
Ia juga menyoroti tingginya biaya yang harus ditanggung para pendukung sepak bola untuk menghadiri turnamen tersebut.
“Harga tiket mahal, akomodasi mahal, biaya transportasi melambung tinggi. Apakah ini cara tuan rumah menyambut turnamen terbesar di dunia?” lanjutnya.
Wright menilai situasi yang terjadi tidak mencerminkan semangat sepak bola dan menyebut para penggemar Amerika Serikat yang menantikan turnamen tersebut pasti merasa malu dengan kondisi yang berkembang.
“Ini adalah Piala Dunia yang penuh kekacauan. Siapa pun yang menjadi juara nanti harus melewati banyak hambatan untuk mencapainya,” kata Wright.
Omar Artan Tetap Optimistis
Meski gagal mewujudkan mimpinya tampil di Piala Dunia, Artan tetap menunjukkan sikap positif.
Dalam pernyataannya, ia mengaku fokus menghadapi tantangan berikutnya dalam karier sebagai wasit dan berterima kasih kepada FIFA serta Confederation of African Football atas dukungan yang diberikan.
“Terlepas dari situasi yang terjadi, saya tetap berpikiran positif dan fokus pada tantangan berikutnya dalam karier perwasitan saya. Saya berterima kasih kepada FIFA dan CAF atas semua dukungan mereka dan berjanji akan terus menjaga standar kepemimpinan saya sambil menatap masa depan,” ujar Artan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas sepak bola yang telah memberikan dukungan serta mendoakan rekan-rekannya yang akan bertugas di Piala Dunia 2026.
Artan merupakan satu dari delapan wasit yang dipilih CAF untuk memimpin pertandingan di turnamen tersebut. Hingga saat ini belum diketahui siapa yang akan ditunjuk sebagai penggantinya di Piala Dunia 2026.


