LONDON, TERMINALNEWS.ID – Timnas Inggris menutup perjalanan mereka di Kualifikasi Piala Dunia dengan hasil sempurna setelah menang 2-0 atas Albania, Senin (17/11) dini hari WIB.
Dua gol pada babak kedua dari Harry Kane memastikan The Three Lions meraih delapan kemenangan dari delapan laga, dengan catatan luar biasa: 22 gol tercipta, tanpa sekali pun kebobolan.
Meski hasil pertandingan Albania vs Inggris ini tidak lagi menentukan—Inggris sudah mengunci posisi pertama dan Albania memastikan tempat di playoff—skuad asuhan Thomas Tuchel tetap menghadapi laga yang cukup menantang.
Inggris melakukan tujuh perubahan dari kemenangan 2-0 atas Serbia, dan permainan mereka terlihat belum stabil sejak menit awal.
Jalannya Pertandingan Albania vs Inggris
Inggris mencoba formasi hybrid 4-3-3/3-2-5 yang menempatkan John Stones sebagai pemain serbaguna antara bek tengah dan gelandang. Namun eksperimen tersebut gagal total. Stones kesulitan mengalirkan bola dan sering meninggalkan celah berbahaya di lini belakang.
Albania memanfaatkan kebingungan Inggris dengan sejumlah serangan cepat. Dean Henderson tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial di awal babak kedua yang mencegah Inggris tertinggal.
Tuchel kemudian memasukkan Phil Foden dan Bukayo Saka, sekaligus membatalkan eksperimen formasi dan kembali ke skema empat bek. Perubahan ini langsung terasa.
Pada menit ke-67, Harry Kane membuka skor setelah memanfaatkan situasi sepak pojok. Tak lama kemudian, Kane kembali menambah gol melalui sundulan setelah menerima umpan silang indah dari Marcus Rashford.
Dengan kemenangan ini, Inggris memastikan finis dengan rekor sempurna di Grup K.
Highlight Pertandingan Albania vs Inggris
-
Harry Kane mencetak dua gol pada babak kedua
-
Dean Henderson melakukan beberapa penyelamatan penting
-
Formasi eksperimental dengan John Stones di lini tengah tidak berjalan baik
-
Inggris akhirnya tampil lebih dominan setelah pergantian pemain
-
Inggris menutup kualifikasi Piala Dunia dengan 8 kemenangan, 22 gol, 0 kebobolan
Rating Pemain Inggris vs Albania
Dean Henderson – 7,5
Tampil sigap dengan beberapa penyelamatan penting dan antisipasi cerdas terhadap peluang Albania.
Jarrell Quansah – 7
Solid dan tenang. Bek muda Liverpool menunjukkan performa menjanjikan dalam sistem pertahanan yang kurang stabil.
John Stones – 6
Percobaan menempatkannya di lini tengah gagal total. Lebih baik setelah kembali menjadi bek tengah murni.
Dan Burn – 5,5
Salah satu yang paling kesulitan. Beberapa kali terlambat mengantisipasi serangan balik Albania.
Nico O’Reilly – 7
Awalnya gugup tetapi berkembang pesat di babak kedua. Menunjukkan potensi besar.
Adam Wharton – 7
Mendistribusikan bola dengan baik dan paling banyak menciptakan peluang untuk Inggris (3 peluang).
Declan Rice – 6
Beberapa kali muncul di posisi berbahaya, namun tidak banyak memberikan dampak signifikan.
Jude Bellingham – 7,5
Tetap berusaha kreatif meski Albania bertahan rapat. Menunjukkan kualitas dengan tekel penting dan kombinasi cepat.
Jarrod Bowen – 7
Kerja keras tanpa banyak hasil. Minim kreativitas di sisi kanan.
Eberechi Eze – 5,5
Kurang memberikan ancaman. Satu-satunya kontribusi berarti adalah sebuah tembakan yang dapat ditepis kiper Albania.
Harry Kane – 9
Man of the Match. Minim suplai, tetapi tetap mencetak dua gol dan hampir membuat hattrick. Menunjukkan kelasnya sebagai striker elite.
Pemain Pengganti
-
Phil Foden – 6: Membawa energi baru tetapi tanpa momen istimewa.
-
Bukayo Saka – 6,5: Harusnya bisa mencetak gol. Tetap aktif dan berbahaya.
-
Marcus Rashford – 7: Memberikan assist kelas dunia untuk gol kedua Kane.
-
Elliot Anderson – 6: Minim kontribusi.
-
Morgan Rogers – 6: Tidak banyak terlibat.


