
Hadir di 24 Provinsi dengan Ribuan Gerai
Program BINA Holiday yang bersinergi dengan Jakarta Great Sale dan Solo Great Sale berlangsung pada 8 Juni hingga 12 Juli 2026. Masyarakat dapat menikmati berbagai penawaran menarik, mulai dari diskon hingga 50 persen, aktivitas hiburan di pusat perbelanjaan, hingga paket wisata belanja di sejumlah daerah.
Skala pelaksanaannya pun cukup besar. Tercatat sebanyak 800 merek, 80.000 gerai, dan 414 pusat perbelanjaan di 24 provinsi turut berpartisipasi. Program ini menjangkau sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan berbagai daerah lainnya.
Pemerintah optimistis program tersebut mampu menjadi pengungkit konsumsi domestik sekaligus memperkuat sektor perdagangan nasional.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, memperkirakan BINA Holiday & Back to School 2026 dapat menghasilkan transaksi hingga Rp30 triliun.

Optimisme tersebut tidak lepas dari capaian program sebelumnya. Pada penyelenggaraan BINA Lebaran 2026, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp54,9 triliun, melampaui target awal sebesar Rp53,38 triliun.
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, mengatakan program ini menjadi bagian dari perayaan satu dekade HIPPINDO dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor ritel.
Sementara Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menegaskan kesiapan pusat-pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia untuk mendukung program tersebut melalui berbagai promosi dan aktivasi.
Stimulus Transportasi untuk Jutaan Wisatawan
Tak hanya mengandalkan promosi belanja, pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentif untuk mendorong mobilitas masyarakat selama musim liburan sekolah.
Stimulus tersebut mencakup diskon tiket kereta api, angkutan laut yang dioperasikan oleh PT Pelni, hingga layanan penyeberangan yang dikelola ASDP Indonesia Ferry.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp190,5 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3,07 juta orang.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif untuk sektor penerbangan melalui kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen bagi tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Khusus untuk periode libur sekolah pada 24 Juni hingga 5 Juli 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp472,7 miliar yang ditargetkan menjangkau 2,3 juta penumpang.
Dorong Tren “Liburan Cara Baru”
Di sisi lain, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memperkenalkan kampanye “Liburan Cara Baru”, yang mengajak masyarakat menikmati perjalanan wisata domestik dengan konsep yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan keluarga modern.
Konsep tersebut menawarkan berbagai pilihan perjalanan, mulai dari short escape, wisata edukasi anak, perjalanan darat antarkota, eksplorasi desa wisata, hingga wisata budaya dan kuliner lokal.
Untuk mendukung perencanaan perjalanan, Kementerian Pariwisata juga menghadirkan platform berbasis kecerdasan buatan bernama MaIA yang tersedia di portal pariwisata nasional. Platform ini dirancang untuk membantu wisatawan menemukan inspirasi destinasi, menyusun agenda perjalanan, serta memperoleh rekomendasi wisata sesuai minat dan kebutuhan keluarga.
Selain itu, berbagai paket wisata libur sekolah dari agen perjalanan, tour operator, OTA, dan pelaku industri pariwisata juga dikumpulkan dalam platform tersebut guna memudahkan masyarakat memilih destinasi yang sesuai.
Widiyanti menegaskan bahwa liburan berkualitas tidak selalu harus dilakukan ke luar negeri atau membutuhkan biaya besar.
“Indonesia memiliki begitu banyak pilihan destinasi yang menarik, edukatif, dan berkualitas untuk dinikmati bersama keluarga,” ujarnya.
Melalui sinergi antara sektor pariwisata dan ritel, pemerintah berharap program BINA Holiday & Back to School tidak hanya meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata belanja yang menarik bagi wisatawan regional, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.


