JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Ketua Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat, kembali menyoroti pentingnya transparansi dalam penyampaian informasi kualitas udara di Jakarta.
Pada Senin (25/11/2024), ia menegaskan perlunya monitor pengukuran kualitas udara yang tersebar luas di seluruh wilayah ibu kota sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Momentum ini semakin strategis karena Harry turut menjadi panelis dalam debat pamungkas Cagub dan Cawagub DKI Jakarta bertema “Lingkungan Perkotaan dan Perubahan Iklim”.
Ia berharap program keterbukaan informasi menjadi prioritas pemimpin Jakarta mendatang untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Kondisi udara yang sehat adalah kebutuhan bersama. Oleh karena itu, informasi yang akurat, cepat, dan mudah diakses publik harus menjadi prioritas. Transparansi adalah fondasi untuk menciptakan Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tegas Harry.
Keterbukaan Informasi: Langkah Kunci untuk Udara Bersih
Harry menyoroti bahwa pemerintah dan badan publik memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan informasi terkait kualitas udara.
Data seperti tingkat polutan, indeks kualitas udara (AQI), dan langkah mitigasi harus disampaikan secara terbuka untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi ini perlu dilakukan secara masif agar masyarakat memahami kualitas udara yang mereka hirup serta pentingnya menjaga udara bersih. Langkah ini juga akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Publik berhak mengetahui langkah-langkah yang diambil untuk menangani polusi udara. Transparansi mencerminkan akuntabilitas dan memperkuat kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Edukasi Publik dan Partisipasi Masyarakat
Harry mengapresiasi inisiatif pemasangan alat pengukur kualitas udara di berbagai titik strategis Jakarta.
Namun, ia menekankan pentingnya edukasi publik agar masyarakat dapat memahami data kualitas udara dan mengambil langkah yang relevan.
Komisi Informasi DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk proaktif memanfaatkan hak mereka dalam mengakses informasi lingkungan.
Partisipasi aktif masyarakat dinilai penting untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan terkait kualitas udara dan memastikan program berjalan sesuai rencana.
Menuju Jakarta yang Transparan dan Berkelanjutan
Harry berharap keterbukaan informasi tentang kualitas udara dapat menjadi awal langkah konkret menuju Jakarta yang lebih ramah lingkungan dan layak huni.
Transparansi ini diharapkan menjadi bagian dari visi kota yang akuntabel dalam menghadapi tantangan polusi udara yang semakin kompleks.
Pemimpin Jakarta mendatang diharapkan menempatkan agenda transparansi sebagai prioritas utama demi masa depan ibu kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.

