JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Kementerian Kebudayaan memperingati Hari Museum Indonesia 2025 dengan tema “Museum Berkelanjutan, Budaya Bermartabat” di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran museum sebagai pusat pelestarian warisan budaya dan ruang pembelajaran lintas generasi.
Dalam pidato kebudayaannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa museum adalah etalase kebudayaan bangsa yang menyimpan kisah perjuangan, sejarah, dan kehidupan masyarakat Indonesia di masa lampau.
“Museum adalah garda terdepan dalam merawat artefak dan ekofak penting yang menceritakan perjalanan bangsa,” ujar Fadli. “Sebagai bangsa adikuasa budaya, kita memikul tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan warisan ini.”
Fadli menegaskan, Kementerian Kebudayaan tengah memperkuat peran museum bukan hanya sebagai penjaga warisan (custodian of heritage), tetapi juga sebagai katalis pemajuan kebudayaan dan ekonomi kreatif yang inklusif serta berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penyusunan Registrasi Nasional Museum, guna memetakan keberadaan museum di seluruh Indonesia dan meningkatkan tata kelola kelembagaan.
“Kami siap bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan filantropis, melalui skema public-private partnership. Museum tidak bisa bergerak sendiri,” tegas Fadli.
Tema “Museum Berkelanjutan, Budaya Bermartabat” tahun ini mengandung pesan agar museum menjadi lembaga adaptif yang aktif menanamkan nilai budaya sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Praktik keberlanjutan di museum mencakup konservasi koleksi, pelibatan komunitas, serta inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, melaporkan bahwa proses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Permuseuman terus berjalan. Diskusi Kelompok Terpumpun terkait rancangan ini telah dilaksanakan pada 29 September 2025 lalu.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana, menyampaikan komitmen AMI untuk memperkuat sinergi antar-museum di Indonesia.
“AMI mendorong percepatan RUU Permuseuman, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penyusunan anggaran yang komprehensif agar museum di seluruh daerah dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Acara puncak peringatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Menbud Fadli Zon, didampingi Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo dan sejumlah pejabat kementerian. Pada kesempatan itu, Menbud juga menerima dua dokumen penting dari AMI, yakni Surat Keputusan Pengurus AMI dan draft RUU Permuseuman, sebagai simbol penguatan kelembagaan dan sinergi antar-pemangku kepentingan.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap pengelolaan museum di tanah air, Kementerian Kebudayaan juga menyerahkan Sertifikat Pendaftaran Museum kepada delapan perwakilan museum negeri dan swasta, yaitu Museum Pidie Jaya (Aceh), Museum Prabu Siliwangi (Jawa Barat), Museum POLRI (Jakarta), Museum Negeri Kalimantan Barat, Museum Daerah Banggai Laut, Museum Rudana (Bali), Museum Neka (Bali), dan Museum Tari dan Musik Nusantara (Banten).
Momen istimewa turut hadir lewat pembacaan puisi oleh sastrawan Taufiq Ismail berjudul “Buku Tamu Museum Perjuangan”, yang menggugah kesadaran tentang pentingnya museum sebagai ruang ingatan kolektif bangsa.
Selain itu, pameran “Perjalanan Museum Indonesia” menampilkan sejarah panjang permuseuman di tanah air, mulai dari era Hindia Belanda hingga masa kini, memperlihatkan evolusi peran museum sebagai lembaga publik yang dinamis.
“Kita berharap akan ada penganugerahan bagi museum-museum terbaik di Indonesia. Semakin banyak pihak yang terlibat dan mengapresiasi, semakin kuat pula fondasi kebudayaan kita,” tutup Fadli Zon.
Peringatan Hari Museum Indonesia 2025 ini dihadiri para kepala museum, pimpinan daerah, akademisi, komunitas, dan tokoh kebudayaan dari seluruh Indonesia — menandai semangat baru bagi dunia permuseuman nasional menuju masa depan yang lebih berdaya dan bermartabat.| Foto : Istimewa


