JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Peringatan Hari Bela Negara ke-77 di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berlangsung khidmat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ruang MH Thamrin, Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/12).
Dalam upacara tersebut, Rano Karno membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek militer, tetapi juga pada kesiapan mental, kedisiplinan, dan solidaritas seluruh rakyat.
Rano menegaskan bahwa dinamika global saat ini menuntut bangsa Indonesia untuk terus waspada. Persaingan geopolitik, krisis energi, perkembangan teknologi yang pesat, hingga derasnya arus informasi menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama.
“Perubahan global bergerak cepat dan penuh ketidakpastian. Karena itu, bela negara harus dimaknai secara luas sebagai sikap siap menghadapi perubahan, menjaga persatuan, dan melindungi kepentingan bangsa,” kata Rano.
Ia menambahkan, ancaman terhadap negara kini tidak selalu berbentuk fisik. Serangan siber, penyebaran paham ekstrem, serta bencana alam yang semakin sering terjadi merupakan tantangan nyata yang memerlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Pada momentum tersebut, Rano Karno juga menyampaikan empati dan doa kepada masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah terdampak bencana alam. Ia menilai ketiga daerah tersebut memiliki nilai historis yang sangat kuat dalam perjalanan Republik Indonesia.
“Daerah-daerah itu memiliki catatan penting dalam sejarah bela negara. Aceh sebagai benteng Nusantara, Sumatera Utara dengan perjuangan Medan Area, dan Sumatera Barat yang menjadi penyelamat republik melalui PDRI. Solidaritas kepada mereka adalah bagian dari semangat bela negara,” ujarnya.
Menurut Rano, peringatan Hari Bela Negara harus dimaknai sebagai ajakan untuk bertindak nyata, mulai dari menjaga persatuan, memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi, hingga melawan hoaks dan disinformasi di ruang digital.
Ia menegaskan bahwa Jakarta, sebagai ibu kota dan pusat aktivitas nasional, memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam praktik bela negara di era modern.
“Bela negara hari ini adalah bagaimana kita saling menjaga, membantu yang terdampak bencana, dan berkontribusi positif sesuai peran masing-masing. Dengan itu, Indonesia akan terus maju dan mampu bangkit dari setiap ujian,” tutup Rano Karno.|Sumber Dinas Kominfotik

