JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Harapan pasangan Indonesia, Gunawan Trismuwantara dan Renaldi Aqila Salim, untuk meraih gelar juara di nomor ganda putra ajang Amman Men’s World Tennis Tour Championship 2025 seri kedua harus pupus di partai final.
Mereka takluk dari pasangan Jepang unggulan kedua, Koki Matsuda dan Issei Okamura, dalam dua set langsung, 4-6, 6-7(5), pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan A, Nusa Dua, Bali, Sabtu (2/8/2025).
Dalam pertandingan berdurasi 1 jam 40 menit itu, Matsuda/Okamura tampil dominan sejak awal. Mereka langsung mematahkan dua kali servis pasangan tuan rumah di set pertama dan unggul cepat 3-0.
Meskipun Gunawan/Renaldi sempat mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5 lewat perubahan strategi memperlambat tempo, set pertama tetap dimenangkan pasangan Jepang dengan skor 6-4.
Memasuki set kedua, Gunawan/Renaldi mempertahankan pola permainan bertahan yang sempat berhasil menahan laju lawan.
Set berlangsung lebih ketat, dengan kedua pasangan saling kejar angka hingga skor 6-6 yang memaksa set ditentukan melalui tiebreak.
Namun, pengalaman dan konsistensi permainan menjadi penentu kemenangan Matsuda/Okamura, yang sukses merebut tiebreak dengan skor 7-5.
Kemenangan ini memastikan pasangan Jepang tersebut keluar sebagai juara ganda putra Amman Men’s World Tennis Tour Championship seri kedua.
Mereka berhak atas trofi dan hadiah uang sebesar 930 dolar AS. Sementara itu, Gunawan/Renaldi yang meraih posisi runner-up mendapatkan hadiah 540 dolar AS dan trofi kehormatan.
Meskipun gagal meraih gelar juara, pencapaian Gunawan dan Renaldi yang baru pertama kali berpasangan di ajang internasional ini tetap diapresiasi sebagai prestasi luar biasa.
“Dengan penuh rasa haru dan bangga, kami bersyukur bisa mencapai final. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam karier kami,” ujar keduanya usai pertandingan.
Pasangan Gunawan/Renaldi merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menembus partai final dalam turnamen ITF Men’s World Tennis Tour M-15 kali ini.
Prestasi mereka menjadi catatan penting dalam perkembangan tenis nasional, terutama di sektor ganda putra yang selama ini belum banyak disorot.
Sementara itu, dari sektor tunggal putra, laga semifinal juga digelar pada Sabtu (2/8). Petenis asal Inggris, Max Basing, berhasil melangkah ke final setelah mengalahkan Azuma Visaya dari Amerika Serikat.
Basing menang dalam dua set langsung dengan skor meyakinkan 6-1, 6-1.
Basing yang merupakan juara seri pertama pekan lalu, kembali menunjukkan konsistensi permainan di turnamen M-15 ini.
Ia akan menghadapi unggulan pertama asal Australia, Matthew Dellavedova, di partai puncak.
Dellavedova melaju ke final usai menaklukkan rekan senegaranya, Philip Sekulic, dalam pertandingan berdurasi 1 jam 38 menit dengan skor 6-4, 6-4.
Petenis berperingkat 418 ATP itu kini berpeluang merebut gelar juara seri kedua Amman Men’s World Tennis Tour, yang menawarkan total hadiah 20 ribu dolar AS.
Partai final tunggal putra akan digelar pada Minggu (3/8/2025), mempertemukan Max Basing (Inggris) kontra Matthew Dellavedova (Australia).
Pertarungan dua unggulan ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat keduanya tampil solid sepanjang turnamen.
Turnamen M-15 ITF Men’s World Tennis Tour seri kedua ini menjadi bagian dari rangkaian turnamen internasional yang digelar di Indonesia dan menjadi ajang penting bagi para petenis muda dunia untuk mengumpulkan poin ATP dan mengasah pengalaman bertanding.
Rekap Hasil Sabtu (2/8/2025)
Semifinal Tunggal Putra:
1. Max Basing (Inggris) mengalahkan Azuma Visaya (AS) 6-1, 6-1
2. Matthew Dellavedova (Australia) mengalahkan Philip Sekulic (Australia) 6-4, 6-4
Final Ganda Putra:
Koki Matsuda/Issei Okamura (Jepang) mengalahkan
Gunawan Trismuwantara/Renaldi Aqila Salim (Indonesia) 6-4, 7-6(5)
Jadwal Final Minggu (3/8/2025):
Max Basing (Inggris) vs Matthew Dellavedova (Australia)
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi para atlet muda internasional, tetapi juga memberi ruang bagi talenta nasional untuk unjuk gigi di level yang lebih tinggi.
Dukungan publik dan atmosfer kompetitif di Nusa Dua Bali menjadi modal penting bagi Indonesia dalam membangun tradisi kuat di kancah tenis profesional dunia.

