LOS ANGELES, TERMINALNEWS.ID – Dalam sejarah tinju, menemukan petinju hebat dengan gaya kidal (southpaw) memang tergolong langka.
Namun, ketika ada seorang petarung hebat yang bertarung dari sisi kiri, dunia tinju pasti akan memperhatikannya.
Meski gayanya tak biasa, hasil yang dicapai oleh para petinju kidal terbaik sepanjang masa tak terbantahkan.
Bagi yang belum familiar, southpaw adalah gaya bertarung di mana petinju memimpin dengan tangan dan kaki kanan, sementara tangan kiri menjadi sumber kekuatan utama.
Untuk merayakan gaya bertarung ini, berikut adalah peringkat 10 petinju kidal terbaik dalam sejarah tinju dunia, berdasarkan rekor keseluruhan, gelar juara, serta kemampuan teknis di atas ring.
10. Hector Camacho

Rekor tinju: 79-6-3 (38 KO)
Petinju asal Puerto Rico yang dibesarkan di New York ini dikenal dengan julukan “Macho”. Ia memulai karier profesional setelah sukses di level amatir, dengan raihan tiga gelar Golden Gloves.
Camacho bertarung hingga usia 40-an dan meraih lebih dari 70 kemenangan—angka yang sangat jarang di era modern. Dengan tangan secepat kilat dan akurasi luar biasa, ia menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda.
Meski gagal menaklukkan legenda seperti Julio Cesar Chavez dan Oscar De La Hoya, kepribadiannya yang flamboyan membuatnya tetap dicintai penggemar.
9. Vasyl Lomachenko

Rekor tinju: 17-3 (11 KO)
Petinju asal Ukraina ini dikenal karena gerakan pivot yang luwes dan koordinasi tangan-mata yang tajam. Dijuluki “Matrix”, Lomachenko dibina sejak kecil oleh sang ayah, yang bahkan memasukkan pelatihan tari ke dalam latihannya.
Peraih emas Olimpiade ini menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda, dan tetap kompetitif melawan petinju besar seperti Teofimo Lopez dan Devin Haney meski secara fisik lebih kecil. Teknik dan semangat bertarungnya membuatnya dihormati di dunia tinju.
8. Tiger Flowers

Rekor tinju: 135-17-8 (55 KO)
Dikenal dengan nama yang unik, Tiger Flowers menjadi petinju kulit hitam pertama yang meraih gelar juara dunia kelas menengah setelah mengalahkan Harry Greb pada 1926.
Ia adalah pelopor yang membantu membuka jalan bagi petinju kulit hitam di era awal abad ke-20. Gaya bertarungnya agresif, namun ia dikenal rendah hati. Flowers wafat pada usia 32 tahun, namun warisannya tetap dikenang.
7. Joe Calzaghe

Rekor tinju: 46-0 (32 KO)
Petinju asal Wales ini tak pernah kalah sepanjang karier profesionalnya. Didampingi ayahnya yang juga pelatih, Calzaghe tampil dengan tempo tinggi dan gaya bertarung yang penuh aksi.
Ia berhasil mengalahkan nama-nama besar seperti Roy Jones Jr. dan Bernard Hopkins. Calzaghe adalah juara dunia super middleweight terlama dalam sejarah dan pensiun tanpa cela, dengan kemenangan besar di Madison Square Garden sebagai penutup.
6. Vicente Saldivar

Rekor tinju: 37-3 (26 KO)
Petinju asal Meksiko ini tampil dominan di era 1960-an meski kurang mendapat sorotan dibanding kelas berat.
Ia dikenal karena stamina luar biasa dan kemampuan membalas serangan lawan dengan pukulan yang terukur. Juara dunia versi WBA, WBC, dan The Ring ini mencatat 10 kemenangan beruntun, termasuk tujuh pertahanan gelar. Meski minim pengalaman amatir, insting bertarung Saldivar sangat tajam.
5. Pernell Whitaker

Rekor tinju: 40-4-1 (23 KO)
Dikenal sebagai salah satu petinju defensif terbaik, “Sweet Pea” memiliki gaya bertarung yang penuh teknik. Ia memulai karier profesional dengan kemenangan atas Roger Mayweather dan meraih gelar pertamanya.
Setelah kekalahan kontroversial dari Jose Ramirez, Whitaker meningkatkan intensitas serangannya dan menjalani masa kejayaan selama sembilan tahun dengan rekor 25-0-1. Kekalahan dari Oscar De La Hoya menandai awal penurunan kariernya, namun reputasinya sebagai ahli bertahan tetap kuat.
4. Terence Crawford

Rekor tinju: 41-0 (31 KO)
Petinju asal Nebraska ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik pound-for-pound saat ini. Gaya southpaw-nya yang efektif membuat lawan kesulitan membaca gerakan dan sudut serangannya.
Jab kirinya yang akurat kerap membuka ruang untuk kombinasi mematikan. Kemenangan telaknya atas Errol Spence Jr. memperkuat statusnya sebagai salah satu petinju kidal terhebat sepanjang masa.
3. Manny Pacquiao

Rekor tinju: 62-8-3 (39 KO)
Legenda asal Filipina ini telah memenangkan gelar juara dunia di delapan kelas berbeda—rekor yang belum tertandingi. Meski kalah dari Floyd Mayweather Jr. dalam pertarungan terbesar abad ini, gaya bertarung agresif dan kecepatannya membuatnya jadi favorit penggemar.
Pertarungannya melawan Antonio Margarito, di mana ia mengalahkan lawan yang jauh lebih besar, adalah contoh nyata keberaniannya. Di usia 46 tahun, “Pac-Man” masih tampil kompetitif dan sempat memberikan perlawanan sengit kepada juara dunia Oscar Barrios.
2. Oleksandr Usyk

Rekor tinju: 24-0 (14 KO)
Juara dunia kelas berat tak terbantahkan ini telah mencatat sejarah sebagai petinju kidal terbaik dari Ukraina. Sebelum menaklukkan kelas berat, Usyk menyapu bersih gelar di kelas cruiserweight dan meraih emas Olimpiade 2012.
Ia telah mengalahkan Anthony Joshua, Tyson Fury, dan Daniel Dubois, dan menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda. Dengan gaya tenang namun efektif, Usyk menunjukkan bahwa gaya southpaw bisa mendominasi bahkan di kelas paling bergengsi.
1. Marvin Hagler

Rekor tinju: 62-3-2 (52 KO)
Sang legenda “Marvelous” Marvin Hagler menguasai gaya bertarung dari kedua sisi, namun tetap dikenal sebagai salah satu petinju kidal terbaik. Butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan pengakuan, termasuk setelah hasil imbang kontroversial saat melawan Vito Antuofermo.
Namun Hagler membuktikan dirinya dengan 16 kemenangan beruntun—14 di antaranya KO. Ia menjadi juara dunia tak terbantahkan dan mengalahkan nama-nama besar seperti Roberto Duran dan Thomas Hearns.
Setelah kekalahan kontroversial dari “Sugar” Ray Leonard, Hagler pensiun tanpa pernah kembali, menjaga warisannya tetap utuh.
Gaya southpaw telah melahirkan sejumlah legenda dalam dunia tinju, dari era awal hingga masa kini. Dari kecepatan tangan Hector Camacho hingga kejeniusan taktis Oleksandr Usyk, para petinju kidal ini telah membuktikan bahwa sisi kiri pun bisa jadi yang paling mematikan di ring.


