CIKARANG, TERMINALNEWS.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Amatir 2024 di Jababeka Golf & Country Club, Cikarang, Jawa Barat, Senin 8 Januari 20024. Dito berpesan kepada semua peserta untuk memanfaatkan Kejurnas Amatir sebagai ajang pematangan kemampuan, skill dan teknik serta mental bertanding untuk menuju event yang lebih besar lagi di level internasional.
Hal ini diungkapkan oleh Dito Ariotedjo dalam acara Opening Ceremony yang dihadiri oleh Ketua PB PGI KPH Japto S. Soerjosoemarno, Presiden Direktur JABABEKA Golf & Country club Setiawan Marzuki, Kepala Dinas Budaya dan Olahraga Kabupaten Bekasi Imam Nugraha, Victor Hasibuan dari KONI Pusat dan perwakilan dari NOC.
“Hari ini mungkin pertama kali dalam sejarah Kejurnas Amatir tidak dipungut biaya, ini sangat kami apresisi, apalagi program golf go to schoolnya akan berjalan, Kemenpora akan siap terus mensupport. Dari 84 peserta yang bertanding, nantinya juga ada yang akan tampil di PON. Saya berpesan tujuan kalian bukan saja di PON, tapi anggap saja PON seperti Kejurnas dan bisa mewakili Indonesia di kejuaraan Dunia, di SEA Games, ASIAN Games dan Olimpiade,” kata Dito Ariotedjo.
Ketua PB PGI Japto S. Soerjosoemarno menyoroti peningkatan prestasi atlet peserta Kejurnas Amatir 2024. Selain itu olahraga golf yang dipandang sebagai olahraga mahal perlu dilakukan tebosan baru dalam penyelenggaraan event khususnya untuk pembinaan atlet usia muda.
“Selama ini olahraga golf dinilai mahal karena peralatannya mahal, sewa lapangan golf juga mahal, tapi PGI mulai melakukan pembinaan golf dari usia dini dengan membebaskan biaya pendaftaran. Meski demikian, saya ingin semua peserta berjuang keras untuk meraih prestasi terbaik,” kata ketum PB PGI Japto.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Amatir 2024 sekaligus Ketua Bidang Kejuaraan dan Prestasi PB PGI, Adi Saksono, mengatakan minat dari peserta sangatlah besar. Tercatat dari data yang sudah terhimpun, sudah terdapat 121 pendaftar yang ingin ambil bagian. Namun, pihak penyelenggara terpaksa membatasi kuota yang telah disepakati yakni 84 atlet, yang terdiri dari 60 di kategori putra dan 24 di kategori putri.

Adi Saksono mengungkapkan, pihaknya sangat senang dengan meningkatnya jumlah peserta sehingga PB PGI harus melakukan seleksi kepada peserta akibat membludaknya jumlah pendaftar untuk Kejurnas Amatir ini. Kejurnas Golf Amatir 2024 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena PB PGI bisa melakukan cut off pendaftaran pemain di Kejurnas 2024 di handicap index 4 untuk putra dan 8 untuk putri.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Adi Saksono, persyaratan lainnya bagi peserta Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Amatir kali ini tidak berbeda dengan Kejurnas 2023 yaitu diperuntukan bagi pegolf amatir putra dan putri, warga negara Indonesia (WNI) utusan dari Pengprov PGI tanpa batasan umur.
“Alhamdulillah di Kejurnas Amatir kali ini terjadi peningkatan jumlah peserta dan handicap index Putra dari 8 menjadi 4 dan Putri dari 15 menjadi 8 artinya ada penurunan. Ini sebuah prestasi bagi kami dan sangat membanggakan buat kami selaku pengurus di PB PGI,” kata Adi Saksono.
Kejurnas Amatir kali ini sebagai ajang seleksi atlet untuk menghadapi turnamen-turnamen bergengsi Internasional mendatang. Salah satu terobosan yang dilakukan PB PGI untuk menarik minat semua pegolf amatir di tanah air agar berpartisipasi dalam seleksi nasional ini, mereka menyelenggarakan Kejurnas awal tahun ini tanpa dipungut biaya.
Tidak hanya itu, eligible pemain yang bisa bermain di ajang Kejurnas Amatir 2024 ditentukan berdasarkan: Handicap index nasional, World rangking point, Babak Kualifikasi PON rangking, dan Porprov rangking.
“Dahulu pendaftar Kejurnas hanya 90 maksimum. Selama mereka bayar bisa dipastikan mereka bisa main. Sekarang tidak begitu, yang daftar saja sudah masuk di angka 121, tetapi yang main hanya 84. Dan yang patut digaris bawahi ajang kejurnas ini tidak dipungut biaya alias gratis,” ujar Adi Saksono.
Dari 84 atlet yang lolos untuk bertanding di Kejurnas Amatir tahun ini berasal dari 17 Pengprov PGI. Mereka akan mengikuti Kejurnas yang akan menggunakan sistem digitalisasi seperti handicap dan digital scoring.
Adi Saksono mengingatkan agar seluruh atlet bertanding dengan baik dan sportif. Dia optimistis Kejurnas 2024 akan lahir atlet potensial masa depan golf Indonesia yang akan membawa nama bangsa dan negara di kancah Internasional.
“Kejurnas amatir golf 2024 yang pesertanya dari pengprov PGI daerah tentunya akan menghadirkan pertandingan yang ketat. Target PB PGI memang jangka panjang, yakni untuk memunculkan atlet golf yang siap bersaing di kancah internasional, tentunya lewat kompetisi yang sangat kompetitif,” tambah Adi Saksono.

“Jadi Kejurnas merupakan level tertinggi pada turnamen golf amatir di Indonesia. Sekali lagi saya tekankan, PB PGI menyelenggarakan kejurnas secara gratis, dengan melakukan seleksi yang sangat ketat hanya 84 pemain golf amatir berprestasi yang bisa mewakili provinsi masing-masing dalam ajang ini” kata Adi Saksono.

