BLITAR,TERMINALNEWS.ID— Persoalan kesejahteraan guru honorer kembali menyita perhatian publik. Kali ini, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang guru menghitung gaji bulanannya yang hanya Rp144.000 untuk Januari 2026.
Video tersebut diunggah akun Instagram @qrrtayn25 pada Senin (2/2/2026). Dalam rekaman berdurasi sekitar 40 detik itu, sang guru tampak membuka amplop berisi gaji pertamanya sebagai pendidik di tahun 2026.
“Gaji pertama jadi pendidik di tahun 2026,” tulisnya.
Ia kemudian memperlihatkan lembaran uang pecahan Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, hingga Rp2.000. Totalnya hanya Rp144.000 untuk satu bulan penuh mengajar.
Guru asal Blitar, Jawa Timur itu mengaku sengaja mengunggah video tersebut sebagai bentuk suara hati agar pemerintah mengetahui kondisi nyata para pendidik honorer.
“Biar pemerintah tahu kondisi pendidik di Indonesia. Kalau gini kan banyak pendidik yang akhirnya speak up,” tulisnya di kolom komentar.
Ia menegaskan, tujuannya bukan mengeluh semata, melainkan berharap ada keadilan bagi tenaga pendidik.
“Tujuannya biar ramai dan sampai ke atas, biar mereka itu bisa adil kepada rakyatnya,” lanjutnya.
Unggahan itu telah ditonton lebih dari 151 ribu kali dan memantik gelombang simpati dari warganet. Banyak yang menyebut video tersebut sebagai potret pahit kehidupan guru honorer yang selama ini luput dari perhatian.
“Nggak apa-apa diposting saja, memang semiris itu gaji honorer. Biar pada tahu sekecil apa gaji guru honorer,” tulis akun @fit**************4.
“Video ini dibuat untuk pemangku jabatan, biar tahu dan sadar tentang kesejahteraan para pendidik di Indonesia,” komentar akun @and*********i.
Sementara akun @eva**********n menulis, “Ini bukan tentang nominal gaji, tapi tentang mencerdaskan generasi. Sehat dan berkah setiap ilmu yang diberikan.”
Fenomena gaji kecil juga kerap diperparah dengan sistem pembayaran yang dirapel dua hingga tiga bulan sekali, membuat banyak guru honorer harus memutar otak demi bertahan hidup.
Sebelumnya, curahan hati serupa juga terdengar di Gedung DPR RI. Seorang guru honorer dari Bekasi, Indah Permata Sari, mengungkap beratnya kehidupan sebagai tenaga pendidik saat rapat dengar pendapat bersama Baleg DPR, Senin (2/2/2026).
Guru SDN Wanasari 01 Cibitung itu mengaku namanya belum masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik), meski telah memenuhi masa kerja.
“Saya yang namanya terdata di 265 itu yang belum masuk data pendidikan, Pak, padahal saya sudah memenuhi masa kerja. Tapi sulitnya untuk masuk Dapodik itu luar biasa,” ujarnya.
Akibat tak terdata, Indah kerap tertinggal informasi penting, termasuk soal seleksi PPPK, bahkan dihantui risiko dirumahkan.
Untuk menyambung hidup, ia terpaksa bekerja sambilan.
“Pulang mengajar jadi antar jemput laundry, Pak,” tuturnya.
Kisah-kisah ini kembali menampar realitas dunia pendidikan: di balik tugas mulia mencerdaskan generasi bangsa, masih banyak guru honorer yang harus berjuang sekadar untuk bertahan hidup.|Foto : Instagram@qrrtayn25


