BerandaEsai & OpiniFORWAN, 12 Tahun Menjaga...

FORWAN, 12 Tahun Menjaga Nyala di Tengah Ujian

OLEH: Soetrisno Boeyil

Tanggal 21 April menjadi penanda yang tak sekadar simbolik. Di hari itulah, dua belas tahun silam, FORWAN diproklamasikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.

Sebuah momentum yang lahir dari semangat, idealisme, dan keyakinan bahwa organisasi wartawan ini bisa menjadi ruang bersama bagi insan pers yang berintegritas.

Sebagai penggagas sekaligus salah satu pendiri, saya tak pernah benar-benar membayangkan perjalanan ini akan sampai pada titik usia 12 tahun.

Bukan karena pesimis, melainkan karena sejak awal, jalan yang dilalui sudah dipenuhi tantangan. Ujian datang silih berganti, bahkan ketika organisasi ini baru menapaki usia empat tahun, satu per satu pendiri mulai menepi.

Baca Juga :   Tengkleng, Kuliner Khas Solo yang Lahir di Masa Penjajahan

Alasan mereka beragam—atau mungkin tak pernah benar-benar terungkap. Hingga hari ini, jawaban pasti atas kepergian itu masih menjadi tanda tanya.

Praktis, dari lingkaran pendiri awal, hanya saya yang masih bertahan. Sebuah posisi yang tidak mudah, namun justru menghadirkan ruang refleksi: bahwa bertahan bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang bersedia terus berjalan meski sendiri.

Dan hari ini, meski tidak lagi lengkap seperti awal berdiri, kondisi FORWAN justru terasa lebih stabil dan terarah.

Membangun organisasi, apalagi organisasi wartawan, bukan perkara sederhana. Banyak yang mengatakan bahwa wartawan adalah kumpulan orang-orang cerdas dengan integritas tinggi.

Pernyataan itu bisa menjadi kekuatan, tetapi juga tantangan besar. Salah mengelola, organisasi bisa bubar.

Baca Juga :   Euforia Kemenangan Indonesia Atas Bahrain di Pokja PWI Jakarta Selatan

Terlalu dikencangkan, muncul perlawanan. Terlalu dilonggarkan, arah menjadi tak menentu. Di situlah seni memimpin diuji—menjaga keseimbangan di antara ego, idealisme, dan tujuan bersama.

Keraguan terhadap kepemimpinan saya pun bukan hal baru. Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan. Namun perjalanan 12 tahun ini menjadi bukti bahwa FORWAN tetap melangkah. Bukan tanpa cela, bukan tanpa luka, tetapi dengan tekad yang terus diperbarui.

Satu hal yang kini menjadi perhatian utama adalah kaderisasi. Sebuah organisasi tidak bisa bergantung pada satu atau dua orang saja. Regenerasi adalah napas panjang yang menentukan apakah FORWAN akan terus hidup atau perlahan redup.

Upaya ke arah itu sudah dilakukan, meski hasilnya belum sepenuhnya terlihat. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperjuangkan.

Baca Juga :   Mimpi Jokowi, Mimpi Kita

Dua belas tahun bukan waktu yang singkat. Ia adalah akumulasi dari jatuh bangun, kepergian dan kedatangan, juga harapan yang terus diperjuangkan. FORWAN hari ini adalah cermin dari keteguhan untuk tetap ada, meski badai tak pernah benar-benar reda.

Dan perjalanan ini, tampaknya, masih jauh dari selesai.

*Soetrisno Boeyil, wartawan hiburan senior dan Ketua Umum Forum Wartawan Hiburan (FOrwan)

 

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Final Coppa Italia 2026 Live di ANTV: Lazio vs Inter Tayang Kamis Dini Hari

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Pertandingan puncak ajang Coppa Italia 2025/2026 siap memanaskan...

Indonesia Loloskan Delapan Atlet ke Final Kejuaraan Asia U-17 & U-19 Modern Pentathlon 2026

TERMINALNEWS.ID, YOGYAKARTA – Tuan rumah Indonesia tampil impresif dengan meloloskan delapan...

Widiyanti Putri Wardhana Tinjau Kesiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat

TERMINALNEWS.ID, JAYAPURA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melanjutkan rangkaian...

Gareth Barry Pilih Trio Ideal Lini Tengah Inggris untuk Piala Dunia 2026, Jude Bellingham Jadi Kunci

TERMINALNEWS.ID, LONDON - Legenda sepak bola Inggris Gareth Barry memberikan pandangannya...

- A word from our sponsors -

spot_img