JAKARTA, Seperti yang sudah diprediksi, sinetron Cinta Di Bawah Tangan yang ditayangkan oleh SCTV berhasil menggaet minat dari pencinta sinetron tanah air. Konflik, intrik dan drama yang menjadi bumbu utamanya sukses menjadikannya sebagai karya yang selalu ditunggu penggemarnya.
Tak terkecuali dengan empat pemeran utama yang menjadi sentral dari kisah ini. Mereka yang terdiri dari Harris Vriza, Febby Rastanty, Adly Fairuz, dan Faradilla Yoshi—tampil memukau dalam menghidupkan karakter masing-masing. Chemistry kuat antar pemain menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat sinetron ini selalu dinantikan.
Untuk itu, keempatnya sengaja hadir dan menyapa penggemar mereka melalui wawancara daring bersama media pada Kamis (2/10/2025). Di moment tersebut, mereka memaparkan proses syuting, dinamika yang terjadi selama pengambilan gambar termasuk bagaimana proses pembangunan chemistery satu sama lain sehingga akting mereka terlihat natural.
Keempat pemeran utama ini kompak menyatakan rasa syukur dengan sambutan penggemar dan tanggapan positif yang mereka terima sejauh ini.
Febby Rastanty mengaku perannya sebagai Hana semakin menantang seiring rumitnya alur cerita. “Banyak adegan emosional dan penuh ketegangan, tapi justru itu membuat saya semakin tertantang,” ungkapnya.
Ungkapan serupa juga keluar dari mulut Harris Vriza. Ia senang dapat terlibat dalam sinetron yang tidak hanya menghadirkan drama cinta, tetapi juga menyampaikan pesan moral tentang keberanian, ketulusan, dan perjuangan menghadapi cobaan hidup. “Dengan jalan cerita yang terus berkembang dan konflik semakin menarik, Cinta di Bawah Tangan dipastikan tetap menjadi tontonan favorit pemirsa,” ujarnya.
Untuk episode terbarunya, terjadi ketegangan saat Hana (Febby Rastanty) nyaris menjadi korban paket misterius berisi racun. Peristiwa tersebut membuat hubungannya dengan Tian (Harris Vriza) semakin teruji, lantaran mereka harus berhadapan dengan ancaman Kinan yang dipenuhi amarah dan dendam.
Konflik makin memanas ketika Tian berusaha melindungi Hana, meski harus mempertaruhkan nyawanya. Situasi ini tidak hanya menambah ketegangan, tetapi juga menampilkan sisi emosional dari perjuangan cinta mereka.
Di sisi lain, kisah Tasya (Faradilla Yoshi) dan Alfin (Adly Fairuz) juga semakin menarik. Hubungan keduanya kian dekat, namun kebahagiaan itu terusik setelah ayah Tasya meninggal dunia. Kehilangan tersebut menyeret keluarga Tasya ke dalam konflik baru yang tak terhindarkan, sekaligus mengguncang hubungannya dengan Alfin.
Ketidakpastian yang meliputi kisah mereka membuat penonton semakin terbawa suasana. Keputusan sulit yang harus diambil seakan mencerminkan realitas kehidupan sehari-hari yang penuh ujian dan pengorbanan.

