JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Pada hari pertama Ekraf Tech Summit 2025 yang berlangsung di Hotel Pullman Jakarta, berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, dan komunitas kreatif berkumpul untuk mendiskusikan potensi inovasi mobilitas cerdas dalam mewujudkan kota yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Acara ini mengusung tema besar “Membangun Ekosistem Mobilitas Cerdas untuk Kota Masa Depan” yang berfokus pada kolaborasi antar sektor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam pembukaannya mengungkapkan pentingnya integrasi teknologi dalam transportasi untuk mendorong kemajuan sektor ekonomi kreatif. “Inovasi mobilitas cerdas adalah kunci untuk menciptakan solusi transportasi yang tidak hanya efisien tetapi juga mampu memberikan peluang baru bagi industri kreatif digital. Ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana kita akan membangun kota-kota yang ramah lingkungan, aman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sayuri Egaravanda, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Provinsi DIY, berbagi pengalaman sukses penerapan transportasi cerdas di Yogyakarta. Fokus utama mereka adalah menghadirkan sistem transportasi publik yang aman dan ramah lingkungan. “Kami memastikan transportasi publik di Yogyakarta tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk lansia dan difabel. Dengan teknologi yang tepat, kami bisa mendukung sektor pariwisata dan kreatif yang menjadi motor ekonomi lokal,” jelas Sayuri.
Sedangkan Tuti Ruswati, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, menyoroti pentingnya integrasi transportasi dalam menghubungkan berbagai pusat ekonomi. “Di Sumedang, kami telah menerapkan sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan berbagai kampus, UMKM, serta kawasan ekonomi kreatif. Digitalisasi pembayaran dan kebijakan smart governance menjadi faktor penting dalam memastikan efisiensi dan kemudahan akses,” tutur Tuti.
Bernadette Endah Sekar, Kepala Pusat Kebijakan Keselamatan dan Keamanan Transportasi Kementerian Perhubungan, menambahkan pentingnya regulasi dan teknologi dalam mengoptimalkan mobilitas. “Penggunaan sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta energi terbarukan merupakan bagian dari upaya kami untuk menciptakan sistem transportasi yang aman, efisien, dan berbasis teknologi. Kami juga mendorong penguatan keamanan siber di seluruh ekosistem transportasi,” kata Bernadette.
Panel pertama ini memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong Indonesia menuju sistem mobilitas yang cerdas dan berkelanjutan. Dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, sektor kreatif, serta inovator digital, Ekraf Tech Summit 2025 berhasil memetakan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi transportasi.
Tak hanya itu, forum ini juga membuka ruang bagi subsektor ekonomi kreatif untuk berkontribusi dalam transformasi mobilitas nasional. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat diadopsi oleh kota-kota lainnya, menciptakan ekosistem transportasi yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia.
Rangkaian diskusi berikutnya dalam summit ini akan lebih fokus pada pengembangan startup, regulasi terkait mobilitas pintar, serta strategi kolaborasi industri untuk mempercepat penerapan teknologi transportasi cerdas di seluruh tanah air.
Menteri Ekraf dan Para Pejabat Lainnya Hadir dalam Diskusi Ekosistem Mobilitas
Selain Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, hadir pula beberapa tokoh penting dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Dessy Ruhati (Sekretaris Kementerian Ekraf), Agustini Rahayu (Deputi Bidang Kreativitas Media), serta sejumlah perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kemenkominfo, OJK, hingga Dewan Ekonomi Nasional. Diskusi ini semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor kreatif, dan para inovator untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

