JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -!| Langit Jakarta Selatan seakan menundukkan diri pada Sabtu sore (7/3/2026). Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang, Jagakarsa, keluarga, sahabat, dan para pelaku musik Tanah Air mengantar kepergian Donny Fattah, bassis sekaligus pendiri band legendaris God Bless, menuju peristirahatan terakhirnya.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi pemakaman ketika jenazah almarhum perlahan diturunkan ke liang lahat sekitar pukul 16.16 WIB. Tangis pecah di antara doa-doa yang dipanjatkan. Banyak yang terdiam, menatap tanah merah yang perlahan menutup makam sosok yang selama puluhan tahun menjadi denyut penting dalam perjalanan musik rock Indonesia.
Di sisi makam, putra-putri almarhum, Iman Fattah dan Cindy Fattah, terlihat tertunduk dalam duka. Kehilangan seorang ayah tak hanya menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi dunia musik yang selama ini menjadi rumah bagi Donny.
Prosesi pemakaman itu juga menjadi pertemuan penuh haru bagi para sahabat seperjuangan yang telah berbagi panggung dan perjalanan panjang bersama almarhum. Vokalis Achmad Albar dan gitaris Ian Antono tampak hadir dengan raut wajah duka. Lebih dari lima dekade mereka bersama membangun perjalanan God Bless, menjadikan kepergian Donny terasa begitu sunyi bagi mereka.

Sejumlah tokoh musik lainnya turut memberikan penghormatan terakhir, termasuk penyanyi senior Camelia Malik. Kehadiran para musisi lintas generasi itu menjadi bukti betapa luasnya pengaruh dan penghormatan terhadap sosok Donny Fattah dalam belantika musik nasional.
Ian Antono mengaku masih diliputi rasa tidak percaya atas kepergian sahabat lamanya itu. Ia bercerita bahwa sebenarnya telah berjanji untuk menjenguk Donny di RS Fatmawati pada Sabtu pagi. Namun sebelum sampai, kabar duka justru datang di tengah perjalanan.
“Sebetulnya tadi saya jam 10.00 WIB janji memang ke rumah sakit. Kami berangkat pagi-pagi, tapi sebelum sampai, kami mendapat kabar beliau sudah meninggal. Kaget sekali,” ujar Ian dengan suara bergetar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Donny memang berjuang melawan berbagai penyakit serius. Ia didiagnosis mengalami sarkopenia atau penyusutan massa otot, penyumbatan vaskular, hingga penyakit autoimun yang menggerogoti kondisi fisiknya.
Meski demikian, semangatnya untuk tetap berkarya tak pernah benar-benar padam. Donny tetap berusaha menjalani berbagai perawatan demi bisa kembali berdiri di atas panggung bersama God Bless band yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya sejak awal perjalanan rock Indonesia modern.
Kini, perjuangan fisik itu telah usai. Namun dentuman bas yang pernah ia mainkan, energi panggung yang ia bagikan, dan karya-karya yang ia wariskan akan terus hidup dalam ingatan para penggemar dan sejarah musik Tanah Air.
Indonesia kehilangan seorang musisi besar, tetapi warisan Donny Fattah akan tetap bergema seperti dentuman bas yang tak pernah benar-benar berhenti.|Foto : StaleyTuling

