WASHINGTON, TERMINALNEWS.ID – Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, mengaku turut mendorong sang istri, Melania Trump, untuk mengambil langkah hukum terhadap Hunter Biden.
Langkah ini diambil setelah perseteruan mereka memanas pada Kamis, 14 Agustus 2025, terkait klaim yang mengaitkan Melania dengan mendiang Jeffrey Epstein.
Dalam wawancara bersama Brian Kilmeade di program The Brian Kilmeade Show di Fox News, Trump mengatakan dirinya yang menyarankan Melania untuk melanjutkan gugatan senilai US$1 miliar (sekitar Rp16 triliun) terhadap Biden.
Gugatan tersebut dilayangkan setelah Biden mengulang tuduhan bahwa Epstein adalah orang yang pertama kali memperkenalkan Melania kepada Trump.
“Saya bilang kepadanya, ‘Ayo kita lakukan.’ Saya bahkan membiarkan dia menggunakan pengacara saya,” ujar Trump, 79 tahun, pada Kamis (14/8/2025).

Menurut laporan Fox News pada 12 Agustus, kuasa hukum Melania telah mengirim surat resmi kepada Hunter Biden. Dalam surat tersebut, Biden diminta menarik kembali pernyataannya dalam wawancara di YouTube bersama Andrew Callaghan.
Wawancara itu memuat tuduhan yang bertentangan dengan versi pertemuan pertama Trump dan Melania.
Dalam memoarnya yang terbit Oktober 2024, Melania menegaskan bahwa dirinya pertama kali bertemu Donald Trump di Kit Kat Klub, New York, pada 1998, saat Trump sedang berkencan dengan wanita lain.
Kuasa hukum Melania, Alejandro Brito, menyebut pernyataan Biden sebagai fitnah yang “sangat keji, menyesatkan, dan merusak reputasi.”
Ia menambahkan bahwa video wawancara tersebut telah disebarluaskan oleh berbagai media dan influencer kepada puluhan juta orang di seluruh dunia.

Melania memberi tenggat hingga 7 Agustus bagi Biden untuk mencabut pernyataan dan meminta maaf. Namun, Biden menolak dan malah kembali ke acara Callaghan pada Kamis pagi untuk menegaskan penolakannya.
“Saya pikir ancaman gugatan itu hanyalah gangguan. Mereka pikir angka satu miliar dolar akan menakut-nakuti saya,” ujar Biden.
Melania dan Brito juga menunjuk penulis biografi Trump, Michael Wolff, sebagai sumber klaim Biden. Wolff dituding sebagai “pembuat cerita fiktif” yang tulisannya pernah dimuat di The Daily Beast. Media tersebut kemudian menghapus artikelnya setelah diancam akan digugat.
Sementara itu, analis politik James Carville juga telah meminta maaf kepada Melania setelah mengucapkan klaim serupa di podcast miliknya minggu lalu.
Juru bicara Melania, Nick Clemens, menegaskan bahwa tim hukum ibu negara tengah berupaya memastikan penarikan dan permintaan maaf dari pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut.

“Kisah sebenarnya tentang pertemuan pertama Ibu Negara dengan Presiden Trump ada di buku Melania,” ujarnya.
Trump menutup pernyataannya dengan mengatakan, “Jeffrey Epstein sama sekali tidak ada hubungannya dengan Melania. Saya tahu siapa yang memperkenalkan kami, dan itu bukan Epstein.”

