JAKARTA,TERMINALNEWS.ID– PT Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) terus memastikan penyaluran BBM dan LPG subsidi kepada masyarakat berjalan sesuai dengan kuota yang ditetapkan Pemerintah.
Sepanjang Semester I 2025, realisasi distribusi energi subsidi masih berada dalam koridor alokasi yang telah ditentukan, sejalan dengan penguatan implementasi Program Subsidi Tepat berbasis verifikasi data pengguna.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa pengawasan distribusi BBM dan LPG subsidi terus dilakukan melalui digitalisasi sistem dan validasi pengguna berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk pembelian LPG dan Minyak Tanah subsidi serta QR Code data kendaraan untuk pembelian BBM Solar dan Pertalite yang telah terdaftar dalam program Subsidi Tepat.
“Hingga 30 Juni 2025, realisasi distribusi BBM subsidi masih terkendali dan sesuai dengan target kuota tahunan yang telah ditetapkan. Pertalite telah tersalurkan sebesar 13,91 juta KL atau 44,55% dari total kuota nasional 2025. Untuk Biosolar, penyaluran mencapai 8,17 juta KL atau 46,90% dari kuota nasional 2025. Ini menunjukkan distribusi yang masih on track dan termonitor dengan baik,” ujar Heppy.
Lebih lanjut, realisasi distribusi Minyak Tanah di daerah-daerah yang belum terkonversi LPG juga telah mencapai 249,9 ribu KL atau setara 48,44% dari total kuota nasional sebesar 516.052 KL.
“Sementara untuk LPG 3 kg, Untuk LPG subsidi 3 kg, realisasi Semester I 2025 sebesar 4,16 juta metrik ton (MT) atau setara 51% dari total kuota nasional 2025. Angka ini juga menunjukkan penyaluran berjalan sesuai pola musiman (seasonality) seperti adanya Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha serta momen-momen lainnya, sehingga penyaluran sedikit lebih tinggi dari kuota Semester I 2025 yang ditetapkan namun tetap dapat terkendali,” tambah Heppy.
Sebagai bagian dari upaya optimalisasi subsidi energi, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pelaksanaan Program Subsidi Tepat LPG. Hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 55,5 juta NIK telah terverifikasi dan aktif melakukan transaksi LPG subsidi 3 kg. Dari jumlah tersebut, lebih dari 92% merupakan rumah tangga, disusul segmen usaha mikro, petani, dan nelayan sasaran.
Adapun untuk Program Subsidi Tepat BBM, lebih dari 15 juta kendaraan telah terdaftar diantaranya 3,71 juta sebagai pengguna Biosolar dan 11,28 juta sebagai pengguna Pertalite.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menjalankan amanah dan mandat Pemerintah dalam menjaga ketepatan sasaran penyaluran energi subsidi. Dengan dukungan data dan sistem yang terintegrasi, kami terus berupaya dan percaya bahwa subsidi dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak secara transparan dan berkelanjutan,” tutup Heppy.
Pertamina Patra Niaga terus mengimbau masyarakat untuk segera mendaftarkan data diri atau kendaraannya pada Program Subsidi Tepat melalui kanal resmi yang telah disediakan melalui tautan subsiditepat.mypertamina.id. Apabila masyarakat membutuhkan informasi seputar program Subsidi Tepat BBM maupun LPG, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.


