TERMINALNEWS.ID – Pertarungan antara Deontay Wilder dan Derek Chisora di The O2 Arena menjadi momen emosional sekaligus penuh aksi.
Apa pun hasilnya, laga ini memang sudah dipastikan menjadi penutup karier Chisora—dan petinju asal London itu benar-benar menutupnya dengan gaya khasnya: agresif, tanpa mundur, dan terus menyerang hingga akhir.
Dalam duel yang juga menjadi pertarungan ke-50 bagi kedua petinju, Wilder keluar sebagai pemenang lewat keputusan split decision dengan skor 115-111, 115-113, dan 112-115. Wilder bahkan dua kali menjatuhkan Chisora dalam perjalanan menuju kemenangan tersebut.
Jalannya Pertarungan
Sejak ronde awal, Wilder tampak akan mendominasi laga dengan kekuatan pukulannya yang eksplosif. Chisora yang bertarung dalam jarak dekat sempat terlihat rentan terhadap serangan lawan.
Namun setelah tiga ronde pertama, Chisora bangkit dan mulai memberikan perlawanan sengit, mengubah pertarungan menjadi duel slugfest yang brutal.
Statistik Pukulan: Chisora Unggul Kuantitas
Secara statistik, Chisora justru unggul dalam beberapa aspek penting. Ia mendaratkan lebih banyak pukulan dengan total 143 dari 385 percobaan (akurasi 37,1%), dibandingkan Wilder yang mencatatkan 125 pukulan dari 341 (36,7%).

Chisora juga unggul dalam pukulan bertenaga (power punches), dengan 105 pukulan berbanding 99 milik Wilder. Menariknya, sebanyak 77 pukulan keras Chisora mengarah ke tubuh—angka yang impresif untuk petinju berusia 42 tahun dalam laga terakhirnya.
Kunci Kemenangan Wilder
Meski kalah dalam jumlah pukulan, Wilder unggul dalam kualitas. Akurasi pukulan kerasnya mencapai 47,1%, jauh di atas Chisora yang berada di angka 38,9%.
Momen krusial menjadi penentu. Wilder menjatuhkan Chisora di ronde ke-8 dan ke-10—dua kejadian yang sangat berpengaruh pada penilaian juri. Bahkan di empat ronde terakhir, akurasi pukulan keras Wilder meningkat drastis hingga rata-rata 58,3%.
Duel Ketat dan Penuh Drama
Pertarungan berlangsung sangat ketat. Dalam 8 dari 12 ronde, selisih pukulan yang mendarat di antara keduanya hanya empat pukulan atau kurang. Ini menunjukkan bahwa meski keduanya sudah berusia di atas 40 tahun, kualitas dan daya saing mereka tetap tinggi.
Namun laga ini juga diwarnai kontroversi. Wilder sempat kehilangan satu poin di ronde ke-8 akibat mendorong Chisora. Sementara di ronde ke-10, Wilder sempat terjatuh, meski banyak pihak menilai itu hanya terpeleset, bukan knockdown.
Salah satu juri bahkan memberikan kemenangan untuk Chisora dengan skor 115-112—keputusan yang menuai tanda tanya. Namun dua juri lainnya sepakat memberikan kemenangan kepada Wilder.
Penutup Karier Chisora
Wilder dinilai sebagai pemenang yang layak. Namun bagi Chisora, kekalahan ini tidak mengurangi kehormatannya.
Ia menutup karier dengan penuh semangat dan keberanian, bertarung habis-habisan hingga ronde terakhir.
Sebagai salah satu petinju paling dicintai di Inggris, perpisahan Chisora terasa sangat emosional. Ia memberikan segalanya di atas ring—dan penonton di arena pun menikmati setiap detiknya.


