BerandaDaerahDari Rongsok ke Harapan:...

Dari Rongsok ke Harapan: Pemulung Bekasi Didorong Masuk Ekonomi Formal

BEKASI,TERMINALNEWS.ID— Di tengah hiruk-pikuk kota, sektor informal yang selama ini kerap dipandang sebelah mata justru menyimpan kekuatan ekonomi dan lingkungan yang besar. Para pemulung, yang identik dengan pekerjaan marjinal, terbukti memiliki kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem sekaligus menggerakkan roda ekonomi dari level akar rumput.

Hal tersebut disampaikan Eddie Karsito, Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, saat menerima kunjungan perwakilan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP Bekasi Jatibening di Sanggar Humaniora, Kranggan Permai, Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026).

Menurut Eddie, aktivitas pemulung bukan sekadar mengumpulkan sampah, melainkan bagian dari rantai ekonomi yang mampu mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai.

“Pemulung, sampah, dan spirit entrepreneur menciptakan narasi inspiratif tentang bagaimana limbah bisa menjadi berkah, sekaligus membuka jalan pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah,” ujarnya.

Baca Juga :   JakMob Bank DKI Dukung Transportasi Umum Gratis di Jakarta

Kunjungan pihak perbankan ini membuka peluang kerja sama dalam mendorong kewirausahaan dan penguatan inklusi keuangan bagi para pemulung binaan. Perwakilan Bank Mandiri menilai pentingnya perubahan pola pikir, dari sekadar memenuhi kebutuhan harian menjadi perencanaan keuangan jangka panjang.

Assistant Vice President Bank Mandiri KCP Bekasi Jatibening, Candy Reno Rama Dewi, menekankan bahwa edukasi menabung menjadi langkah awal transformasi tersebut.

“Ini penting agar mereka tidak terus bergantung pada pendapatan harian yang tidak pasti, tetapi mulai merancang masa depan,” katanya.

Potensi ekonomi dari bisnis barang bekas yang dijalankan para pemulung disebut mencapai nilai transaksi hingga miliaran rupiah. Melihat besarnya potensi tersebut, Yayasan Humaniora kini mengkaji sistem transaksi non-tunai untuk menggantikan praktik jual beli konvensional.

Baca Juga :   Dubes Lutfi Rauf Bahas Akses Pasar Produk Ekspor Unggulan di Dinas Perindag Sulawesi Tenggara

Ke depan, para pemulung binaan akan diarahkan membuka rekening bank, serta menggunakan instrumen seperti kartu debit atau transfer dalam setiap transaksi.

Saat ini, Yayasan Humaniora membina 257 warga miskin kota, sebagian besar berprofesi sebagai pemulung. Selain itu, terdapat 94 anak binaan, mulai dari pemulung anak hingga pengamen jalanan, termasuk yang berstatus yatim piatu.

Eddie menegaskan, akses terhadap layanan perbankan tidak hanya soal keamanan menyimpan uang, tetapi juga membangun disiplin finansial dan memperkuat kemandirian ekonomi.

Lebih jauh, ia menilai para pemulung telah membangun sistem ekonomi berbasis kepercayaan (social trust) dan modal sosial (social capital), yang menjadi fondasi kuat dalam aktivitas kolektif mereka.

Baca Juga :   Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Fit and Proper Test Calon Wali Kota Bahas Jakarta Menuju Kota Global

Sampah yang mereka kumpulkan pun kembali disalurkan ke industri daur ulang, menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan dari limbah menjadi produk bernilai.

Dalam upaya memperluas dampak sosial, Yayasan Humaniora juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) melalui program “Sedekah Barang”, yakni pengumpulan barang layak pakai untuk dijual kembali dan hasilnya digunakan bagi misi kemanusiaan.

Langkah ini menunjukkan bahwa dari sektor yang kerap dipinggirkan, lahir harapan baru bahwa ekonomi inklusif dapat tumbuh dari bawah, dengan kolaborasi lintas sektor sebagai kuncinya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img