JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Musik bukan sekadar pilihan bagi Donny Ronald Parera ia seperti takdir yang mengalir dalam darahnya. Lahir di Ujung Pandang (Makassar), Donny sudah akrab dengan berbagai alat musik sejak usia dini. Vokal, gitar, bass, drum, hingga alat musik tradisional seperti angklung dan harmonika ia pelajari secara otodidak, seiring tumbuh dalam keluarga besar yang sarat nuansa musikal.
“Musik itu seperti warisan,” ujarnya disela sela Obrolan Pagi di Kawasan Pulo Jahe Tower,Jatinegara Cakung Jakarta Timut,Sabtu(25/4) dengan Latar belakang keluarga Ambon dan Toraja membuatnya kian dekat dengan dunia bunyi-bunyian. Dari pihak ayah, keluarga Parera dikenal aktif bermusik mulai dari paduan suara, gitar, keyboard, hingga saxophone dan musik hawaiian.

Langkah Donny di dunia musik mulai terasah sejak bangku SMP. Ia aktif mengikuti berbagai festival musik di Makassar, berlanjut hingga SMA dan ajang antar fakultas. Prestasinya tak main-main: dari juara satu hingga tiga, bahkan sempat menyabet gelar gitaris terbaik di salah satu kompetisi.
Perjalanannya tak berhenti di kampung halaman. Pada 1997, Donny merantau ke Bandung sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan musik di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Crescendo Musik. Di kota pelajar itu, ia sempat bergabung dengan Yogya Guitar Orchestra (YGO) dan tampil dalam konser, termasuk di Fakultas Kedokteran UGM.
Kini menetap di Jakarta dan telah berkeluarga, Donny tetap setia berkarya. Ia menciptakan lagu, memproduksi karya, sekaligus aktif membuat konten fingerstyle guitar di media sosial. Total, ia telah melahirkan 11 lagu dengan warna musik yang beragam mulai dari blues, jazzy, pop, funky, hingga progressive.
Lewat nama panggung DONNYBAR, ia berkolaborasi dengan Barep Antoseno Hartas, seorang vokalis sekaligus tenaga ahli DPR RI. Kolaborasi ini melahirkan mini album bertajuk Andaikan, dengan lagu-lagu seperti “Andaikan Duniaku” dan “Engkau Dewiku”.
Dalam bermusik, Donny mengaku tak membatasi diri pada satu genre. Ia menikmati eksplorasi dari blues hingga alternative, mencerminkan perjalanan musikalnya yang dinamis. Baginya, musik adalah ruang kebebasan sekaligus ekspresi diri.
Soal industri musik Tanah Air, Donny punya pandangan optimistis. Ia melihat musik Indonesia sebagai lanskap yang kaya dan penuh warna dari pop yang menyentuh, jazz yang halus, hingga gelombang indie dan hip-hop yang kian mendunia. Menurutnya, kekuatan utama musik Indonesia ada pada lirik yang “ngena” serta kemampuan memadukan unsur modern dan tradisional.
“Musik Indonesia itu punya identitas kuat dan tidak kalah dari luar negeri,” katanya.
Ke depan, Donny berharap karya-karyanya bisa diterima lebih luas, tak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. Kini, karya DONNYBAR telah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube Music, hingga Apple Music.
Bagi Donny, perjalanan musik belum usai ia justru baru saja dimulai.[*]


