TERMINALNEWS.ID, MIAMI – Keputusan Lionel Messi untuk pensiun dari tim nasional Argentina pada 2016 ternyata mendapat perhatian serius dari rival abadinya, Cristiano Ronaldo. Saat itu, Ronaldo bahkan berharap Messi membatalkan keputusannya dan kembali memperkuat Argentina.
Kisah tersebut kembali menarik perhatian setelah keduanya mampu memperpanjang karier internasional hingga usia yang luar biasa. Messi tampil di Piala Dunia 2026 pada usia 39 tahun, sedangkan Ronaldo masih membela Portugal ketika berusia 41 tahun.
Messi bahkan tampil produktif di turnamen tersebut. Ia mencetak delapan gol dalam delapan pertandingan untuk Argentina sebelum akhirnya mengakhiri kiprahnya di level internasional. Sementara itu, Ronaldo membukukan tiga gol bersama Portugal.
Secara keseluruhan, Ronaldo kini tercatat telah mencetak 146 gol dalam 233 penampilan bersama Portugal. Messi mengoleksi 125 gol dari 207 pertandingan untuk Argentina dan baru-baru ini mencatat hat-trick ke-61 sepanjang kariernya.

Messi Sempat Pensiun pada 2016
Jauh sebelum mengantarkan Argentina meraih berbagai kesuksesan, Messi sempat berada di titik terendah dalam karier internasionalnya.
Pada 2016, Argentina kembali gagal menjadi juara setelah kalah dari Chile melalui adu penalti di final Copa America. Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan bagi Messi karena ia gagal mengeksekusi penalti dalam drama adu tos-tosan.
Itu merupakan final besar keempat yang gagal dimenangkan Argentina dalam rentang sembilan tahun. Dalam kondisi emosional, Messi yang ketika itu berusia 29 tahun memutuskan pensiun dari timnas.

“Bagi saya, tim nasional sudah berakhir. Saya sudah melakukan semua yang saya bisa. Sakit rasanya tidak menjadi juara,” ujar Messi seusai pertandingan.
Messi ketika itu juga menegaskan bahwa keputusannya sudah bulat.
“Saya sudah mencoba dalam empat final. Itu adalah sesuatu yang paling saya inginkan, tetapi saya tidak mendapatkannya. Jadi, saya pikir semuanya sudah berakhir,” katanya.
Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama. Desakan dari publik Argentina dan rekan-rekan setimnya membuat Messi akhirnya berubah pikiran dan kembali memperkuat Albiceleste.
Cristiano Ronaldo Minta Messi Kembali
Di tengah situasi tersebut, Cristiano Ronaldo ikut memberikan komentar. Ronaldo yang sedang bersiap membawa Portugal menghadapi Prancis di final Euro 2016 memahami betapa berat tekanan yang dirasakan Messi.
“Messi telah mengambil keputusan yang sulit dan orang-orang harus memahaminya. Dia tidak terbiasa dengan kekalahan dan kekecewaan, bahkan ketika hanya menjadi runner-up,” kata Ronaldo.
Menurut Ronaldo, kegagalan mengeksekusi penalti tidak seharusnya membuat kualitas seorang pemain dipertanyakan.
“Gagal mengeksekusi penalti tidak membuat Anda menjadi pemain yang buruk,” ujarnya.
Ronaldo bahkan mengaku sedih melihat Messi menangis setelah kekalahan tersebut dan berharap sang rival kembali membela Argentina.
“Sakit melihat Messi menangis dan saya berharap dia kembali ke negaranya karena dia membutuhkannya,” kata Ronaldo.
Rivalitas yang Berubah Menjadi Saling Menghormati
Komentar Ronaldo tersebut menjadi salah satu gambaran menarik dari rivalitas Messi dan Ronaldo. Selama bertahun-tahun, keduanya bersaing memperebutkan status sebagai pemain terbaik dunia, terutama ketika Messi memperkuat Barcelona dan Ronaldo menjadi andalan Real Madrid.

Persaingan mereka di La Liga berlangsung sangat sengit. Namun, di balik rivalitas tersebut, Ronaldo ternyata tetap menghormati Messi sebagai pemain dan berharap sang bintang Argentina tidak meninggalkan sepak bola internasional.
Keputusan Messi untuk kembali terbukti menjadi salah satu titik balik terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina. Ia kemudian terus memperkuat negaranya hingga akhirnya mencapai berbagai kesuksesan di level internasional.
Dua dekade perjalanan Messi dan Ronaldo juga membuat keduanya menjadi bagian penting dalam perdebatan mengenai siapa pemain sepak bola terbaik sepanjang masa.

