TERMINALNEWS.ID, LONDON – Dua klub rival London, Tottenham Hotspur dan Chelsea, berpotensi melakukan transaksi pemain secara langsung untuk kali kedua sejak 2009.
Menariknya, Tottenham dikabarkan tengah membidik dua pemain Chelsea sekaligus pada hari-hari terakhir bursa transfer musim panas.
Tottenham memang menjadi salah satu klub yang paling aktif di bursa transfer. Manajemen Spurs telah mengeluarkan hampir £400 juta atau sekitar Rp9,1 triliun untuk memperkuat skuad setelah mereka hanya finis di posisi ke-17 Liga Inggris musim lalu.
Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, mendapat dukungan penuh untuk melakukan perombakan skuad. Salah satu target utama mereka sebelumnya adalah winger Everton, Iliman Ndiaye, dengan nilai transfer sekitar £60 juta atau Rp1,37 triliun.
Kesepakatan Ndiaye bahkan sempat dikabarkan telah tercapai secara prinsip. Namun, situasi berubah setelah Manchester City disebut telah mencapai kesepakatan untuk memboyong pemain tersebut.
Tottenham pun harus mengalihkan perhatian ke target lain. Salah satu opsi yang muncul adalah melakukan bisnis dengan rival sekota mereka, Chelsea.
Tottenham Incar Mykhailo Mudryk
Menurut laporan BBC Sport, Tottenham telah membuka pembicaraan dengan Chelsea mengenai kemungkinan mendatangkan Mykhailo Mudryk dengan status pinjaman.

Mudryk disebut mendapat izin untuk kembali bermain sepak bola setelah sebelumnya menjalani masa penangguhan akibat gagal dalam tes doping pada Desember 2024. Pemain asal Ukraina itu sempat menghadapi larangan bermain selama empat tahun, tetapi proses bandingnya di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kemudian dinyatakan telah diselesaikan.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menjelaskan bahwa perubahan prosedur World Anti-Doping Agency (WADA) setelah kasus tersebut membuat konsentrasi zat meldonium yang ditemukan dalam sampel Mudryk tidak lagi dianggap melanggar aturan apabila sampel tersebut diambil dengan ketentuan yang berlaku saat ini.
Ketertarikan Tottenham terhadap Mudryk juga tidak terlepas dari sosok De Zerbi. Sebelum pindah ke Chelsea dengan nilai transfer sekitar £88 juta atau Rp2,01 triliun pada Januari 2023, Mudryk pernah bekerja di bawah De Zerbi ketika keduanya berada di Shakhtar Donetsk.
De Zerbi kini disebut ingin kembali bekerja sama dengan winger berusia 25 tahun tersebut di London Utara.
Tosin Adarabioyo Juga Merapat
Bukan hanya Mudryk yang menjadi incaran Tottenham. The Athletic melaporkan bahwa Spurs juga telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan bek tengah Chelsea, Tosin Adarabioyo, secara permanen.
Bek berusia 28 tahun itu disebut tidak lagi masuk dalam rencana utama Chelsea setelah klub mendatangkan Maxence Lacroix dari Crystal Palace.
Tottenham dikabarkan telah menyepakati persyaratan pribadi dengan Adarabioyo. Sang pemain dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis pada Selasa sebelum menyelesaikan kepindahannya.
Jika transfer tersebut rampung, Adarabioyo akan menjadi bek tengah kelima yang dilepas Chelsea pada musim panas ini. Sebelumnya, Trevoh Chalobah pindah secara permanen ke Como, sedangkan Benoit Badiashile, Mamadou Sarr, dan Axel Disasi dilepas dengan status pinjaman.
Transfer Tottenham–Chelsea yang Jarang Terjadi
Transfer langsung antara Tottenham dan Chelsea memang bukan sesuatu yang sering terjadi. Kedua klub terakhir kali melakukan transaksi pemain tim utama pada 2009, ketika kiper Carlo Cudicini bergabung dengan Tottenham secara gratis.
Cudicini kemudian mencatatkan 37 penampilan di semua kompetisi selama empat tahun bersama Spurs sebelum meninggalkan klub dan bergabung dengan LA Galaxy pada 2013.
Sementara itu, transaksi terakhir antara kedua klub terjadi pada 2023 ketika penyerang muda Jude Soonsup-Bell meninggalkan Chelsea untuk bergabung dengan tim pengembangan Tottenham.
Kini, Tottenham berpeluang kembali melakukan bisnis dengan Chelsea, bahkan dalam kesepakatan ganda yang melibatkan Mudryk dan Adarabioyo menjelang penutupan bursa transfer.

