TERMINALNEWS.ID, NEWYORK – Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, memberikan pembelaan terhadap wasit Raphael Claus setelah mendapat kritik keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kontroversi kartu merah yang diterima Folarin Balogun di ajang Piala Dunia FIFA 2026.
Trump sebelumnya ikut berperan dalam keputusan yang membatalkan hukuman larangan bermain satu pertandingan bagi Balogun. Keputusan tersebut memungkinkan sang penyerang tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar.
Namun, Trump tetap melontarkan kritik tajam kepada Claus, wasit yang mengeluarkan kartu merah untuk Balogun setelah mendapat rekomendasi dari VAR. Insiden itu terjadi ketika Balogun secara tidak sengaja menginjak kaki bek Tarik Muharemovic dalam pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina.
Menurut Trump, insiden tersebut tidak layak diganjar kartu merah karena terjadi secara tidak sengaja.
“Itu bukan pelanggaran. Dua pemain hanya berlari dengan kecepatan penuh dan akhirnya bertabrakan. Anda tidak bisa dengan sengaja menempatkan kaki di atas kaki lawan dalam situasi seperti itu. Mereka hanya saling bertabrakan,” kata Trump.
Trump bahkan mempertanyakan rekam jejak Claus.
“Wasit ini agak mencurigakan. Kalau melihat masa lalunya, saya sebenarnya tidak ingin menimbulkan kontroversi, tetapi menurut saya dia sangat mencurigakan,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan Trump, Collina mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan dukungan penuh FIFA kepada Claus.

Menurut Collina, Claus merupakan salah satu wasit terbaik dunia yang telah menunjukkan profesionalisme dan integritas tinggi sepanjang kariernya.
“FIFA mengakui Raphael Claus sebagai salah satu wasit profesional terbaik di dunia dan anggota penting Tim Satu di Piala Dunia FIFA. Sepanjang kariernya, ia secara konsisten menunjukkan standar profesionalisme dan integritas tertinggi,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
Collina juga menegaskan bahwa Claus kini menjalani tugasnya di Piala Dunia kedua setelah sebelumnya memimpin pertandingan pada edisi Piala Dunia FIFA 2022.
“Ia adalah wasit yang sangat berpengalaman dan dihormati. Kami tetap memiliki kepercayaan penuh kepadanya sebagai pengadil pertandingan,” lanjut pernyataan itu.
Kontroversi Perwasitan Warnai Piala Dunia 2026
Selama berlangsungnya Piala Dunia 2026, Collina beberapa kali menjadi sorotan karena memimpin perubahan regulasi yang bertujuan mengurangi aksi pura-pura cedera dan membuang waktu.
Meski aturan baru tersebut dinilai memberikan dampak positif, implementasinya sempat memicu kontroversi ketika seorang pemain Argentina lolos dari hukuman akibat celah dalam penerapan regulasi.
Selain itu, sejumlah keputusan wasit di turnamen ini juga menuai kritik, termasuk saat pertandingan antara Paraguay melawan Prancis. Mantan kiper Inggris, Joe Hart, yang bertugas sebagai analis pertandingan, menilai terdapat beberapa insiden yang seharusnya berujung kartu merah tetapi tidak diberikan wasit.
Sementara itu, keputusan pembatalan hukuman Balogun pada akhirnya tidak membawa hasil yang diharapkan Amerika Serikat. Tim tuan rumah harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor 1-4 pada babak 16 besar, sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.


