TERMINALNEWS.ID – Dunia otomotif Amerika Serikat pada era 1930-an memiliki sejumlah mobil dengan desain dan teknologi yang tergolong berani. Salah satunya adalah Cord 810, mobil yang diperkenalkan untuk model tahun 1936 dengan mengusung sejumlah inovasi yang tidak lazim pada masanya.
Mobil ini memadukan penggerak roda depan (front-wheel drive), lampu utama tersembunyi, hingga sistem transmisi empat percepatan dengan mekanisme pemilihan gigi menggunakan sakelar elektrik dan aktuator vakum.
Cord 810 diperkenalkan pada akhir 1935 sebagai model tahun 1936. Setahun kemudian, mobil tersebut hadir dalam pengembangan berikutnya dengan nama Cord 812 untuk model tahun 1937. Produksi merek Cord kemudian berakhir setelah Auburn Automobile Company menghentikan produksinya.
Desain Unik dengan “Coffin Nose”
Desain Cord 810 dirancang oleh Gordon Buehrig, yang menghadirkan tampilan berbeda dari kebanyakan mobil Amerika pada zamannya.
Bagian depan mobil yang dikenal dengan julukan “coffin nose” menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali. Desain tersebut dipadukan dengan grille melingkar berlouver, kap mesin berengsel belakang, engsel pintu tersembunyi, serta kaca depan model split windshield.
Fitur yang paling ikonik adalah lampu utama yang disembunyikan di dalam fender depan. Ketika hendak digunakan, lampu tersebut dapat dinaikkan secara mekanis melalui tuas engkol yang berada di dashboard.
Tidak hanya tampil berbeda, Cord 810 juga menawarkan konfigurasi teknis yang tergolong maju. Mobil ini menggunakan sistem penggerak roda depan, sesuatu yang masih relatif jarang ditemui pada mobil Amerika era 1930-an.
Mesin V8 4,7 Liter
Di balik kap mesinnya terdapat mesin Lycoming V8 naturally aspirated berkapasitas 289 cubic inch atau sekitar 4,7 liter.
Mesin tersebut menggunakan tiga main bearing, cylinder head berbahan aluminium, serta katup samping dengan posisi hampir horizontal. Sistem bahan bakarnya mengandalkan satu karburator Stromberg downdraft.
Tenaga mesin disalurkan melalui transaxle empat percepatan Detroit Gear yang ditempatkan di bagian depan mesin.
Menariknya, mekanisme perpindahan gigi Cord 810 juga menjadi salah satu teknologi yang membuat mobil ini terlihat jauh lebih modern dibandingkan usianya.
Pengemudi memilih posisi gigi melalui sakelar elektrik pada kolom kemudi. Saat pedal kopling diinjak, rangkaian listrik mengaktifkan silinder vakum pada transaxle untuk menjalankan perpindahan gigi sesuai pilihan pengemudi.
Dengan mekanisme tersebut, proses pemindahan gigi pada Cord 810 tidak sepenuhnya mengandalkan hubungan mekanis konvensional seperti yang lazim digunakan pada mobil era tersebut.
Transaxle pada unit yang ditawarkan ini disebut pernah menjalani proses rekondisi oleh spesialis pada dekade 1990-an.
Interior Kulit Merah
Untuk sistem pengereman, Cord 810 menggunakan rem tromol hidrolis pada keempat roda. Suspensi depan mengandalkan trailing arm independen dengan transverse leaf spring, sedangkan bagian belakang menggunakan gardan solid dengan semi-elliptical leaf springs.
Tampilan eksterior semakin diperkuat dengan pelek baja sewarna bodi yang dilengkapi penutup krom dan ban wide whitewall. Mobil ini juga memiliki atap convertible berwarna hitam.
Masuk ke kabin, Cord 810 menawarkan dua baris tempat duduk dengan pelapis kulit merah. Interior tersebut dipadukan dengan karpet marun, jendela samping model roll-up, jendela quarter belakang yang dapat ditarik, dua glove box, heater, serta radio dengan rotary dial.
Dashboard berwarna merah dengan panel bergaya machine-turned menjadi rumah bagi berbagai instrumen. Di dalamnya terdapat speedometer dengan skala hingga 120 mph, tachometer hingga 5.000 rpm, jam, serta indikator temperatur cairan pendingin, bahan bakar, tekanan oli, dan amperage.
Odometer lima digit pada unit tersebut menunjukkan jarak tempuh sekitar 39.000 mil. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 mil disebut ditambahkan selama periode kepemilikan terakhir.
Memiliki Sejarah Koleksi yang Panjang
Cord 810 Phaeton ini juga memiliki sejarah kepemilikan yang terdokumentasi hingga dekade 1940-an.
Pada 1988, mobil tersebut dibeli oleh seorang kolektor yang kemudian menjalani proses restorasi pada dekade 1990-an. Setelah restorasi, Cord 810 tersebut meraih sejumlah penghargaan, antara lain AACA National Senior First Prize dan CCCA Senior Premier Honors.
Mobil kemudian berpindah ke pemilik di Florida sebelum kembali berganti pemilik pada 2008.
Restorasi berikutnya berlangsung sekitar 2009 hingga 2017. Pekerjaan tersebut mencakup pengecatan ulang, pelapisan kembali interior menggunakan kulit merah, penggantian sejumlah komponen brightwork, serta pemasangan atap convertible berwarna hitam.
Unit ini juga tercatat mengikuti berbagai kegiatan otomotif klasik, termasuk CCCA caravans dan Glidden Tour.
Dokumen yang menyertainya antara lain sertifikasi ACD Club, buku manual pemilik, brosur, sejumlah penghargaan, invoice sejak 2009, serta registrasi New York yang dapat dialihkan.
Salah Satu Ikon Otomotif Amerika
Cord 810 hanya diproduksi dalam periode relatif singkat. Setelah diperkenalkan sebagai model 1936 dan dilanjutkan dengan Cord 812 untuk model 1937, produksi merek tersebut akhirnya dihentikan bersamaan dengan berakhirnya produksi oleh Auburn Automobile Company.
Meski berumur pendek, Cord 810 meninggalkan jejak penting dalam sejarah otomotif Amerika. Mobil ini menunjukkan keberanian sebuah produsen menghadirkan teknologi yang tidak biasa pada zamannya.
Perpaduan penggerak roda depan, lampu utama tersembunyi, desain futuristis, serta sistem transmisi dengan pemilihan gigi elektrik dan aktuator vakum membuat Cord 810 tampil sebagai salah satu mobil Amerika paling unik dari era 1930-an.
Untuk unit Cord 810 Phaeton tersebut, informasi mengenai harga jual awal maupun harga lelang saat ini tidak tersedia dalam data yang diberikan. Dengan demikian, belum ada angka harga yang dapat dipastikan berdasarkan informasi tersebut.

