JAKARTA — Kompetisi Liga Soeratin Jakarta U-15 dan Liga Jakarta U-17 telah menyelesaikan separuh musim dengan aman, nyaman, dan lancar. Memasuki paruh kedua kompetisi, panitia mengapresiasi seluruh klub, SSB, dan akademi yang telah berpartisipasi sejak kick-off pada 4 Juni hingga Minggu, 13 September 2026.
Pencetus Kompetisi Liga Soeratin U-15 dan Liga Jakarta U-17, Yoseph Erwiyantoro menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut menjaga jalannya kompetisi sebagai wadah pembinaan sepak bola usia muda dan pengembangan pemain di level grassroot.
“Perjalanan setengah musim bukan tanpa tantangan. Baik panitia sebagai operator maupun klub, SSB, dan akademi menghadapi berbagai kendala dalam mempersiapkan serta menjalankan pertandingan,” ungkap Yoseph Erwiyantoro.
Salah satu tantangan terbesar diakui Yoseph Erwiyantoro adalah menyusun jadwal pertandingan secara adil. Panitia harus mengatur agenda 16 klub U-15 dan 16 klub U-17, atau total 32 tim, dalam periode kompetisi sekitar empat bulan.
Jadwal juga harus disusun secara bergantian untuk pertandingan di Lapangan 1 maupun Lapangan 2 PSF Pancoran, termasuk pertandingan yang mendapat kesempatan disiarkan secara langsung oleh Avatara dan dipancarkan melalui NusantaraTV,” jelasnya.

32 Klub Mendapat Kesempatan Tampil di Siaran Langsung
Yoseph Erwiyantoro menjelaskan bahwa seluruh klub secara bertahap telah mendapatkan kesempatan bermain pada hari Sabtu dan merasakan atmosfer pertandingan di Lapangan 1 sekaligus tampil dalam siaran langsung.
“Rata-rata setiap klub telah mendapatkan kesempatan dua kali bermain pada hari Sabtu di Lapangan 1 PSF Pancoran,” ujarnya.
Namun, Yoseph Erwiyantoro menegaskan bahwa kesempatan tampil pada hari Sabtu dan mendapatkan siaran langsung tidak dapat diberikan kepada satu klub secara terus-menerus. Hal itu karena hak tersebut harus dibagi secara bergiliran kepada seluruh peserta.
“Dalam empat bulan, kami harus memikirkan hak 32 klub agar semuanya mendapatkan kesempatan bermain di hari Sabtu dan mendapat jadwal siaran langsung,” ujar Yoseph Erwiyantoro.
Karena itu, Yoseph Erwiyantoro meminta seluruh manajemen klub, SSB, dan akademi untuk mempercayakan penyusunan jadwal kepada tim yang telah ditugaskan.
Jadwal Disusun dengan Prinsip Keadilan
Yoseph Erwiyantoro mengungkapkan bahwa dirinya berusaha tidak melakukan intervensi terhadap tim yang bertanggung jawab menyusun jadwal.
“Kepercayaan diberikan kepada tim penjadwalan agar bekerja secara jujur, presisi, dan tetap mengedepankan rasa keadilan,” tandasnya.
Penyelenggara kompetisi diakui Yosep Erwiyantoro memahami adanya harapan dari sejumlah klub untuk lebih sering bermain pada hari Sabtu, khususnya di Lapangan 1 ketika pertandingan mendapat siaran langsung.

“Namun, keinginan tersebut harus disesuaikan dengan kepentingan seluruh peserta kompetisi. Percayalah kepada panitia pembuat jadwal. Semua klub akan mendapatkan waktunya dan pernah bermain di Lapangan 1 pada hari Sabtu. Namun, tidak mungkin satu klub selalu bermain pada hari Sabtu di Lapangan 1,” urai Yoseph Erwiyantoro.
Grassroot Bukan Sekadar Mengejar Gelar
Selain persoalan teknis pertandingan, Yoseph Erwiyantoro juga kembali menegaskan tujuan utama penyelenggaraan kompetisi, yakni pembinaan karakter dan pengembangan pemain muda.
“Nilai fair play dan respect menjadi prinsip yang ingin terus dijaga sepanjang kompetisi,” tuturnya.
Menurutnya, mengelola kompetisi grassroot membutuhkan ketelatenan, kesabaran, serta keteladanan dari semua pihak yang terlibat.
Yoseph Erwiyantoro juga mengigatkan klub, SSB, dan akademi agar tidak menjadikan gelar juara sebagai satu-satunya tujuan.
“Para pemain diharapkan dapat menikmati setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Jam terbang bertanding, pembangunan mental kompetisi, sikap positif, kesehatan, kejujuran, dan karakter menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menuju level sepak bola profesional,” paparnya.
Dengan memasuki paruh kedua musim, Yoseph Erwiyantoro berharap seluruh peserta dapat menikmati kompetisi dengan suasana yang nyaman dan bahagia, sekaligus menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan pemain muda Indonesia.

