BerandaBudayaCendekiawan Bedah Buku “Investing...

Cendekiawan Bedah Buku “Investing Game Theory”, Bahas Jalan Kaya, Bahagia, dan Sejahtera

BOGOR,TERMINALNEWS.ID — Sejumlah cendekiawan dari berbagai disiplin ilmu menghadiri acara bedah buku karya Ogde B. Ada berjudul Investing Game Theory (IGT): Bagaimana Menjadi Kaya, Bahagia, dan Sejahtera yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas pada 2025. Kegiatan yang digelar oleh Teras Kebinekaan itu berlangsung di Bogor, Selasa (10/3/2026).

Bedah buku ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Moh. Shofan, Rikard Bagun, Sugeng Bahagijo, Budhy Munawar-Rachman, M. Adlin Sila, Ahmad Gaus AF, Abdullah Sumrahadi, dan Saefudin Zuhri. Diskusi berlangsung lintas perspektif, mulai dari ekonomi, sosiologi, agama, hingga filsafat.

Acara tersebut dimoderatori oleh Milastri Muzakkar, pendiri Generasi Literat.

Direktur Eksekutif Teras Kebinekaan Moh. Shofan mengatakan buku ini merupakan karya reflektif yang berada di persimpangan spiritualitas, filsafat, dan kritik sosial.

“Buku ini tidak disusun sebagai karya akademik formal, melainkan refleksi intelektual yang lahir dari kegelisahan penulis terhadap realitas keberagamaan manusia modern,” kata Shofan.

Baca Juga :   Kusala Sastra Khatulistiwa Kembali Digelar Tahun Ini

Menurut dia, kegiatan bedah buku ini dirancang sebagai ruang dialog reflektif untuk menggali bagaimana integrasi wahyu, filsafat, dan sains dapat menjawab tantangan peradaban modern.

Ia menambahkan, buku tersebut berupaya menjelaskan bagaimana nilai-nilai spiritual dan filosofis dapat berpadu dalam membangun kehidupan yang bermakna, baik secara personal maupun dalam kehidupan berbangsa.

Dalam paparannya, Budhy Munawar-Rachman menyebut konsep Investing Game Theory sebagai sebuah “eksperimen intelektual yang berani”.

Menurut Budhy, buku tersebut berada di antara teks motivasi, teologi, dan risalah filsafat yang mencoba menjawab bagaimana manusia dapat hidup sejahtera tanpa kehilangan akal budi dan iman.

“Intisari pemikiran dalam buku ini terletak pada permainan strategis antara memberi dan mengambil, di mana hukum tertinggi kehidupan adalah memberi manfaat bagi sesama,” ujar Budhy.

Baca Juga :   Festival Jakarta Great Sale, TembusTransaksi Senilai Rp15,9 Triliun

Sementara itu, anggota Dewan Pengarah BPIP Rikard Bagun menilai buku tersebut berpotensi memantik perdebatan intelektual karena menyentuh aspek personal, sosial, intelektual, dan emosional sekaligus.

Menurut dia, buku itu juga membuka diskusi lebih mendasar tentang bagaimana manusia mencari kebenaran.

“Jalan menuju kebenaran tidak selalu linier, tetapi spiral dan kadang menunjukkan patahan yang menciptakan creative destruction. Dalam buku ini, kegelapan tidak dikutuk, tetapi dihayati,” kata Rikard.

Sugeng Bahagijo menilai buku tersebut memiliki keunikan karena ditujukan bagi pembaca tingkat lanjut, namun dikemas secara mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Ia menambahkan, buku itu menyoroti pentingnya disiplin individu, pengelolaan waktu, serta penghargaan terhadap kebinekaan sebagai bagian dari proses membangun jati diri.

Baca Juga :   Wamenag Romo Muhammad Syafi'i ; Pesantren Berkontribusi dalam Penguatan Swasembada Pangan

“Dalam konteks Indonesia, buku ini sangat orisinal dan belum memiliki padanan,” kata Sugeng.

Sementara itu, antropolog Universitas Indonesia M. Adlin Sila menilai buku tersebut mendorong pembaca untuk berpikir kritis.

“Akal sangat penting. Bukan berarti agama tidak penting, tetapi akal memberi navigasi agar kita tidak terlarut dalam emosi keagamaan,” ujar Adlin.

Adapun Abdullah Sumrahadi menilai buku tersebut merupakan upaya penulis menarasikan pengalaman hidupnya dalam bentuk refleksi intelektual.

“Pesan yang tersirat adalah pentingnya memahami esensi suatu persoalan secara mendalam, bukan sekadar mengikuti prosedur. Pahami, adaptasi, dan laksanakan,” ujarnya.

Kegiatan yang digelar di kantor Teras Kebinekaan di Jalan H. Mawi, Parung, Bogor, itu diakhiri dengan buka puasa bersama para peserta.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img