MANCHESTER, TERMINALNEWS.ID – Manchester City memastikan satu tempat di final Carabao Cup musim ini setelah menyingkirkan Newcastle United pada leg kedua semifinal yang digelar Rabu malam waktu setempat. The Citizens tampil dominan dan melaju ke partai puncak dengan agregat meyakinkan 5-1.
Datang ke laga leg kedua dengan keunggulan 2-0 dari pertemuan pertama di St James’ Park, pasukan Pep Guardiola langsung tancap gas sejak awal. City unggul 3-0 di babak pertama berkat dua gol Omar Marmoush dan satu gol dari Tijjani Reijnders.
Newcastle sempat memberi harapan tipis setelah Anthony Elanga mencetak gol sesaat setelah menit ke-60. Namun, gol tersebut tak cukup untuk membalikkan keadaan. Manchester City pun mengunci kemenangan agregat dan memastikan langkah ke final tanpa banyak tekanan.
Di partai puncak, Manchester City akan menghadapi Arsenal pada Minggu, 22 Maret. Final Carabao Cup, seperti tradisi yang sudah berjalan, akan digelar di Stadion Wembley, London.
Guardiola Sindir Keuntungan Arsenal Main di London
Meski senang membawa timnya ke final, Pep Guardiola tak sepenuhnya puas. Pelatih asal Spanyol itu menyoroti lokasi final yang kembali digelar di London, yang menurutnya lebih menguntungkan Arsenal.
“Senang bermain melawan Arsenal, tim terbaik saat ini di Eropa, mungkin juga di dunia,” ujar Guardiola kepada TNT Sports.
“Ini akan menjadi pengalaman bagus. Ketika Anda memenangkan satu trofi, itu membantu untuk memenangkan trofi-trofi berikutnya.”
Namun, Guardiola menyinggung soal jarak tempuh timnya ke Wembley.
“Pada bulan Maret kami kembali ke Wembley. Kami harus melakukan perjalanan ke London lagi, sementara mereka (Arsenal) hanya menunggu kami di sana. Mereka tidak pernah pergi ke utara untuk final,” katanya.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari pendukung Arsenal di media sosial. Sejumlah fans menilai Guardiola mulai mencari alasan sebelum laga final digelar. Ada pula yang menyebut komentar tersebut berlebihan dan tidak perlu.
Manchester City Ajukan Permintaan Khusus Soal Marc Guehi
Selain membahas final, Guardiola juga mengungkap rencana Manchester City untuk mengajukan permintaan perubahan aturan jelang laga puncak Carabao Cup. Permintaan itu berkaitan dengan status bek anyar mereka, Marc Guehi.
Guehi tidak bisa tampil di semifinal melawan Newcastle karena berstatus cup-tied. Berdasarkan regulasi yang berlaku saat ini, pemain tersebut juga belum tentu bisa dimainkan di final.
Guardiola mengaku sulit memahami aturan tersebut.
“Sulit dimengerti ketika klub melakukan investasi besar untuk mendatangkan seorang pemain, dia sudah menjadi bagian dari kami, tapi tidak bisa bermain di final,” ujar Guardiola.
Ia menambahkan bahwa City akan mengirim surat resmi kepada pihak penyelenggara Carabao Cup.
“Mudah-mudahan mereka bisa memahami dan mengizinkannya bermain. Jika Anda membeli pemain secara sah di jendela transfer, secara logika dia harus bisa tampil di kompetisi.”
Menurut Guardiola, aturan transfer ditentukan oleh otoritas sepak bola seperti FIFA, UEFA, atau Premier League. Namun, ia menilai larangan tersebut tidak masuk akal jika pemain sudah lama bergabung dengan klub sebelum final digelar.
Manchester City kini menunggu respons dari penyelenggara, sembari mempersiapkan diri menghadapi Arsenal demi mengakhiri puasa trofi mereka yang hampir dua tahun.

