NEWCASTLE, TERMINALNEWS.ID – Newcastle United mulai mempertimbangkan perubahan besar di kursi pelatih meski sempat menorehkan hasil impresif di Liga Champions. Performa The Magpies dinilai menurun drastis ketika harus bersaing di banyak kompetisi sekaligus, sesuatu yang menjadi sorotan tajam sepanjang musim ini.
Eddie Howe memang masih memiliki “kredit” besar setelah berhasil mempersembahkan trofi yang telah lama dinanti publik St James’ Park. Namun, muncul anggapan bahwa Howe telah membawa Newcastle sejauh yang ia mampu. Jika klub ingin naik ke level berikutnya—rutin bersaing memperebutkan trofi serta tampil kompetitif di Eropa dan Premier League—arah baru dinilai perlu segera diambil.
Sumber GIVEMESPORT mengonfirmasi bahwa Newcastle kini mengincar manajer Bournemouth, Andoni Iraola, sebagai calon pengganti Howe. Iraola dianggap sebagai opsi ideal berkat pengalamannya mengembangkan pemain muda dan kemampuannya “overachieve” dengan skuad yang terbatas.
Iraola bahkan mendapat pujian tinggi dari pandit Sky Sports, Sam Tighe, yang menyebutnya sebagai “pelatih muda terbaik di dunia”. Dalam pernyataannya kepada GIVEMESPORT, Tighe menilai gaya bermain Iraola tidak akan membutuhkan waktu adaptasi panjang. Newcastle disebut-sebut harus segera bertindak, mengingat permainan tim mulai terlihat stagnan di bawah asuhan Howe.
Musim ini juga menjadi sorotan karena minimnya alasan pembelaan bagi Eddie Howe. Newcastle tampil mengecewakan di sejumlah laga penting, termasuk kekalahan telak dari Manchester City di semifinal dengan agregat 1-5, yang membuat City melaju ke final Carabao Cup menghadapi Arsenal pada 22 Maret mendatang.

Di sisi lain, pemilik Newcastle asal Arab Saudi dikenal sangat ambisius. Dalam lima tahun terakhir, The Magpies tercatat sebagai klub dengan belanja bersih kelima terbesar di Premier League. Namun, performa di lapangan belum mencerminkan besarnya investasi tersebut.
Pada bursa transfer musim panas lalu, Newcastle mendatangkan sejumlah pemain seperti Nick Woltemade, Yoane Wissa, Jacob Murphy, Anthony Elanga, dan Malick Thiaw. Alih-alih mengalami kemajuan, performa tim justru dinilai mengalami kemunduran.
Meski jasa Eddie Howe tetap diakui, banyak pihak menilai masa baktinya di Newcastle sudah mendekati akhir. Keputusan manajemen dalam waktu dekat bisa menjadi penentu arah masa depan klub yang tengah berambisi menjadi kekuatan besar di Inggris dan Eropa.


