MANCHESTER, TERMNALNEWS.CO – Alasan di balik keputusan Ruben Amorim yang hingga kini belum angkat bicara soal pemecatannya dari Manchester United akhirnya terungkap ke publik.
Amorim resmi dipecat oleh Manchester United pada 5 Januari 2026, sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Pada konferensi pers usai laga tersebut, pelatih asal Portugal itu sempat melontarkan kritik tersirat terhadap jajaran petinggi klub, termasuk direktur sepak bola Jason Wilcox. Ia juga menegaskan bahwa dirinya datang ke Old Trafford sebagai “manajer, bukan sekadar pelatih”.
Pasca pemecatan Amorim, Darren Fletcher sempat ditunjuk sebagai pelatih sementara sebelum klub akhirnya menunjuk Michael Carrick sebagai manajer interim hingga akhir musim.
Hampir satu bulan berlalu, Amorim masih memilih diam dan belum memberikan pernyataan resmi kepada publik maupun para pendukung Manchester United. Sikap ini berbeda dengan beberapa pendahulunya. Louis van Gaal, misalnya, langsung merilis pernyataan setelah dipecat pada 2016. Sementara Ole Gunnar Solskjaer sempat diwawancarai media internal klub usai diberhentikan pada 2021. Jose Mourinho sendiri baru berbicara sebulan kemudian saat menjadi pundit di beIN Sports.
Menurut laporan Daily Mail yang mengutip sumber terpercaya di Portugal, Amorim sengaja menunda pernyataannya hingga akhir musim. Pelatih berusia 40 tahun itu disebut tidak ingin komentarnya justru menjadi gangguan bagi upaya Manchester United mengejar tiket Liga Champions di bawah kepemimpinan Carrick.
Sejauh ini, Carrick tampil impresif dengan membawa United meraih tiga kemenangan beruntun. Setan Merah mencatat kemenangan meyakinkan 2-0 atas Manchester City di Old Trafford, menang dramatis 3-2 di kandang Arsenal, serta menundukkan Fulham 3-2 di Old Trafford. Dalam laga melawan Fulham, United sempat unggul 2-0 sebelum disamakan, namun gol Benjamin Šeško pada menit ke-98 memastikan kemenangan.
Meski Amorim memilih bungkam, asistennya di United, Carlos Fernandes, sempat menyampaikan pesan perpisahan melalui Instagram pada bulan lalu.
“Terima kasih, Manchester United. Terima kasih kepada para pemain kelas dunia yang berkesempatan saya latih dan saya pelajari. Terima kasih kepada staf yang menunjukkan dukungan nyata, dan terima kasih kepada para penggemar yang selalu bersama kami,” tulis Fernandes.
“Bekerja di klub sebesar ini bukan hanya menguji pengetahuan, tetapi juga karakter. Ini adalah babak istimewa dalam hidup saya. Bangga pernah menjadi Asisten Manajer Manchester United.”


