BerandaLifestyleReyhan Naufal dan Balawan...

Reyhan Naufal dan Balawan Bawa Kolaborasi Harmonika-Gitar ke Panggung Internasional

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Kolaborasi pemain harmonika Muhamad Reyhan Naufal dan gitaris I Wayan Balawan terus berkembang melalui berbagai panggung musik internasional. Berawal dari pertemuan spontan di London, keduanya membangun kerja sama musikal yang mempertemukan harmonika diatonik, permainan gitar, jazz, blues, dan improvisasi.

Perjalanan kolaborasi tersebut kembali mendapat perhatian ketika Rey dan Balawan tampil di The Papandayan Jazz Festival pada awal Oktober 2026. Bersama grup musik pengiring, keduanya menyuguhkan pertunjukan sekitar 60 menit yang mengandalkan interaksi antarinstrumen dan improvisasi.

Penampilan mereka memperlihatkan bahwa harmonika tidak harus ditempatkan sebagai instrumen pelengkap. Dalam kolaborasi ini, harmonika dan gitar bergantian mengambil peran, saling merespons, dan membangun alur musikal yang dinamis.

Reyhan Naufal, yang akrab disapa Rey, lahir di Jakarta pada 15 Desember 1997. Meski tidak pernah menempuh pendidikan musik formal, ia berkembang sebagai pemain harmonika, musisi, pendidik, dan adjudicator. Rey merupakan lulusan Bachelor of Arts in Economics dari Coventry University, Inggris.

Dalam perjalanan bermusiknya, Rey aktif memperkenalkan harmonika diatonik dalam ranah musik kontemporer, terutama jazz, blues, dan musik improvisasi. Ia mengeksplorasi kemungkinan instrumen tersebut untuk berdialog dengan berbagai jenis suara dan instrumen.

Baca Juga :   Hadapi Tantangan Global, Wamenpora:SSEAYP Simbol Solidaritas & Kolaborasi Pemuda

Adapun Balawan merupakan gitaris asal Gianyar, Bali, yang lahir pada 9 September 1972. Ia menyelesaikan pendidikan diploma di Australian Institute of Music, Sydney, pada 1997. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan melanjutkan aktivitas bermusiknya.

Balawan dikenal melalui eksplorasi musik yang memadukan unsur Barat dan Timur. Ia membentuk Batuan Ethnic Fusion, kelompok yang menggabungkan perangkat musik tradisional Bali dengan pendekatan musikal modern. Permainan gitarnya juga identik dengan teknik touch tapping style.

Dari Sesi Jamming di London ke Festival Internasional

Rey dan Balawan pertama kali bertemu di SOAS Auditorium, SOAS University, kawasan Bloomsbury, London. Saat Balawan tampil di tempat tersebut, Rey memberanikan diri untuk bergabung dalam sesi jamming.

Pertemuan yang berlangsung spontan itu menjadi awal kolaborasi mereka. Keduanya menemukan kecocokan dalam selera dan pendekatan bermusik, sehingga kerja sama tersebut berlanjut ke sejumlah festival.

Rey dan Balawan tercatat tampil bersama di Seoul International Harmonica Festival pada 2018, 2019, dan 2023. Mereka juga tampil di Melbourne pada 2019, kemudian melanjutkan kolaborasi di Asia Pacific Harmonica Festival yang digelar di Jiangyin, China, pada Juli 2026.

Baca Juga :   Ramzi Tegaskan: “Kental Manis Bukan Susu” — Muslimat NU Gencarkan Edukasi Gizi di Cianjur

Rangkaian penampilan tersebut memperlihatkan bagaimana kolaborasi yang bermula dari pertemuan tak direncanakan dapat berkembang menjadi kerja sama lintas negara.

Eksplorasi Musikal di The Papandayan Jazz Festival

Di The Papandayan Jazz Festival 2026, Rey dan Balawan tampil bersama Doni Joesran pada keyboard, Dharrian Emilio pada drum, dan Jonathan pada bass. Pertunjukan mereka juga melibatkan sesi jam session dengan sejumlah musisi lain, termasuk Aria Indra pada biola, Hari Pochang pada harmonika, serta Dion Subyakto pada drum.

Interaksi di panggung menjadi salah satu kekuatan utama penampilan tersebut. Gitar Balawan tidak terus-menerus mengambil posisi sebagai pemimpin melodi, sementara harmonika Rey bukan sekadar menjadi latar. Keduanya bergantian memancing respons dan mengisi bagian musik sesuai kebutuhan.

Fondasi bass dan drum serta warna suara keyboard memperluas ruang eksplorasi mereka. Balawan juga menghadirkan momen interaktif dengan mengajak penonton ikut membangun sebuah lagu.

Baca Juga :   Wamenkes Akan Tindak Tegas Oknum Dokter yang Melakukan Pelecehan Seksual

Pendekatan itu membuat pertunjukan terasa seperti percakapan musikal. Alih-alih bersaing untuk mendominasi, kedua instrumen saling memberi ruang dan memperkuat satu sama lain.

Agenda Kolaborasi Berikutnya

Di luar penampilan bersama Balawan, Rey juga aktif mengembangkan ekosistem pemain harmonika. Ia ikut memimpin komunitas pemain harmonika bersama musisi senior Hari Pochang dan Sarah Saputri, pemain harmonika asal Bandung.

Rey dijadwalkan tampil secara daring bersama Adam Glasser, pemain harmonika kromatik asal Inggris, dalam Harmica Summit pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Sementara itu, Rey dan Balawan dijadwalkan tampil di Music China di Shanghai New International Expo Centre pada 28–31 Oktober 2026. Agenda ini menjadi salah satu rencana berikutnya dalam perjalanan kolaborasi mereka.

Melalui berbagai penampilan tersebut, Rey dan Balawan terus mengeksplorasi kemungkinan harmonika dan gitar dalam musik modern. Kolaborasi mereka sekaligus memperlihatkan bagaimana interaksi antarinstrumen dapat menjadi fondasi pertunjukan yang dinamis tanpa harus terpaku pada pembagian peran yang kaku. */Gideon Momongan

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Tiga Peserta Lolos dari Regional Cikarang, Bersiap Hadapi Grand Final TGML 2026

TERMINALNEWS.ID, CIKARANG - Tiga peserta Regional Offline Qualification The Genius Math League...

Tiga Peserta Semarang Lolos ke Grand Final The Genius Math League 2026

TERMINALNEWS.ID, SEMARANG – Jovan Valencio Lim, Steven Endrajaya, dan Nada Jenna Sasmaya...

ITMO 2027: Event Tak Sekadar Ramai, Harus Ciptakan Experience untuk Destinasi

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Industri event dan MICE Indonesia perlu bergeser dari orientasi...

ITMO 2027: Mengubah Aset Indonesia Menjadi Experience Bernilai Tinggi

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Indonesia memiliki kekayaan budaya, alam, sejarah, tradisi, dan kearifan...

- A word from our sponsors -