BerandaSportSoccerKompetisi U-15 dan U-17...

Kompetisi U-15 dan U-17 Jakarta Menemukan Warna Baru, Empat Pemain Asing Ikut Merumput

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Kompetisi sepak bola usia muda di Jakarta mulai menemukan warna baru. Bukan sekadar turnamen singkat, wadah yang dibangun “Kandang Ayam” Productions di kawasan Rawamangun Jakarta Timur sejak 2025 itu mencoba menghadirkan kompetisi berkelanjutan agar pemain muda mendapatkan pengalaman bertanding secara konsisten.

Gagasan tersebut dijelaskan oleh sang pencetus, Yoseph Erwiyantoro berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya kompetisi usia muda di Jakarta dalam kurun waktu yang cukup panjang.

“Para jurnalis veteran yang pernah berkecimpung di lingkungan sepak bola nasional itu kemudian mencoba membangun semacam “laboratorium” sepak bola grassroot di Jakarta dan sekitarnya,” ungkapnya, beberapa silam yang lampau.

Menurut Yoseph Erwiyantoro, konsep yang dikembangkan “Kandang Ayam”, pemain muda tidak cukup hanya mengikuti turnamen yang berlangsung selama satu atau dua pekan.

“Mereka membutuhkan kompetisi panjang dengan pertandingan rutin untuk mengembangkan kemampuan teknis, mental, sekaligus pengalaman bertanding. Karena itu, “Kandang Ayam” memilih format kompetisi dengan durasi sekitar tujuh hingga delapan bulan dan menggunakan sistem kandang-tandang,” paparnya.

Seperti diketahui, pada musim perdana 2025, Liga Jakarta U-17 diikuti 18 klub amatir dari Jakarta dan sekitarnya. Kompetisi tersebut berlangsung sejak April hingga November 2025 dan menghasilkan 306 pertandingan yang digelar di Lapangan PSF MBAU Pancoran, Jakarta Selatan.

WhatsApp Image 2026 09 15 at 07.57.54
Kompetisi U-15 dan U-17 Jakarta Menemukan Warna Baru, Empat Pemain Asing Ikut Merumput – Yoseph Erwiyantoro

Bina Mutiara akhirnya keluar sebagai juara. Klub tersebut dikenal mengembangkan pemain melalui konsep boarding school.

“Memasuki musim 2026, kompetisi ini berkembang dengan lahirnya kelompok usia baru. Selain Liga Jakarta U-17, musim ini juga digelar Liga Soeratin Jakarta U-15,” jelasnya.

Baca Juga :   Berti Tutuarima Soroti Krisis Pembinaan Usia Muda, Liga Jakarta 2026 Jadi Harapan Lahirkan Talenta Baru

Masing-masing kompetisi diikuti 16 klub yang berasal dari klub amatir, sekolah sepak bola (SSB), maupun akademi.

“Jika digabung, penyelenggara menargetkan sekitar 500 pertandingan sepanjang musim 2026 hingga Desember mendatang. Sekitar 250 pertandingan dialokasikan untuk Liga Soeratin Jakarta U-15, sedangkan jumlah serupa disiapkan untuk Liga Jakarta U-17,” kata Yoseph Erwiyantoro lagi.

Pemain Asing Mulai Berdatangan

Menariknya, geliat kompetisi grassroot tersebut tidak hanya menarik perhatian pemain lokal. Memasuki putaran kedua musim 2026, terdapat empat pemain berkewarganegaraan asing yang bergabung dengan sejumlah peserta.

Salah satunya adalah Ilias Isak, pemain berusia 14 tahun yang memperkuat Tunas Indonesia dengan nomor punggung 77. Isak memiliki darah Maroko dan berkewarganegaraan Denmark.

“Saat proses verifikasi dan screening, Isak bahkan diantar langsung oleh sang ayah ke markas “Kandang Ayam”. Ibunya diketahui bekerja sebagai konsulat di Kedutaan Denmark,” tutur Yoseph Erwiyantoro.

Diakuinya, Isak sudah tampil sejak putaran pertama dan kerap dipercaya sebagai starter. Dia bermain sebagai gelandang maupun playmaker dengan durasi pertandingan 30 menit untuk masing-masing babak.

IMG 20260913 WA0024
Kompetisi U-15 dan U-17 Jakarta Menemukan Warna Baru, Empat Pemain Asing Ikut Merumput – Ahmed Muhab (Sudan) saat berbincang dengan Sekjen Liga Jakarta, Wem Fauzy (kanan)

“Meski belum mencetak gol, kemampuan Isak mendapat perhatian dari pemandu bakat, Berti Tutuarima dan Patar Tambunan. Keduanya menilai pemain muda tersebut memiliki bakat, talenta, dan kemampuan teknik yang menjanjikan. Isak bahkan masuk dalam daftar 50 pemain terbaik pilihan Berti dan Patar,” jelas Yoseph Erwiyantoro.

Sementara itu, tiga pemain asing lainnya dikatakan Yoseph Erwiyantoro dipersiapkan untuk memperkuat PSF Academy milik Gede Widiade.

“Salah satunya adalah Ahmed Muhab Muhamad, pemain berkewarganegaraan Sudan yang akan mengenakan nomor punggung 27 di PSF Academy U-16. Pemain kelahiran 18 Maret 2011 tersebut memiliki tinggi 175 sentimeter dan berposisi sebagai gelandang serang,” urainya.

Baca Juga :   Jadwal Pertandingan Sabtu, 20 September 2025: PSF Academy, Batavia FC hingga Bekasi FC Siap Berlaga

Ahmed yang mengidolakan Neymar saat ini dikatakan Yoseph Erwiyantoro bersekolah di Sudanese Africa Asian School, Tebel, Jakarta Selatan.

“Pemain berikutnya adalah Nathanial Alexander Akbar Dykes, warga negara Inggris kelahiran London, 10 Agustus 2011. Memiliki tinggi 170 sentimeter, Nathanial diproyeksikan bermain sebagai gelandang dengan nomor punggung 2,” paparnya.

Pada Minggu (13/9/2026), Nathanial datang ke Lapangan PSF Pancoran bersama ayahnya, Peter Dykes, untuk menjalani proses yang diperlukan sebelum bergabung.

Peter yang merupakan penggemar West Ham United berharap keikutsertaan putranya dalam kompetisi tersebut bisa membantu perkembangan kemampuan sepak bolanya.

“Di Indonesia, tidak ada kompetisi. Tapi saat ada informasi di PSF Pancoran bahwa ada wadah kompetisi, langsung bergegas anaknya didaftarkan,” ujar Peter.

Nathanial sendiri merupakan siswa kelas 9 HighScope Cilandak. Di sekolahnya, dia juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola.

Dari Jepang ikut meramaikan

Nama keempat dikatanan Yoseph Erwiyantoro adalah Shinichi Fujita, pemain kelahiran Jepang, 10 April 2013. Tubuhnya relatif mungil untuk ukuran pemain sepak bola, tetapi Fujita sudah disiapkan untuk ambil bagian pada putaran kedua Liga Soeratin Jakarta U-15.

“Fujita saat ini menempuh pendidikan di Jakarta Japan School. Kehadiran pemain-pemain asing tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kompetisi usia muda tidak hanya datang dari pemain Indonesia,” urainya.

Sang ayah, Takao Fujita, mengatakan lingkungan sepak bola di Jepang membuat anak-anak memiliki banyak kesempatan untuk berolahraga. Menurutnya, hampir semua anak mempunyai kesempatan bermain sepak bola ataupun memilih cabang olahraga lain sesuai minat mereka.

Baca Juga :   Michael Carrick Soroti Kerentanan Lini Belakang Manchester United Usai Imbang dengan Everton

Sementara itu, Direktur Teknik PSF Academy dan Batavia FC, Ibnu Graham, menyebut cukup banyak pemain asing yang tertarik berlatih maupun memperkuat timnya.

“Salah satu alasannya adalah lokasi PSF yang strategis dan relatif mudah dijangkau dari berbagai kawasan tempat tinggal para orang tua pemain,” kata Ibnu Graham.

Mantan gelandang Persebaya Surabaya itu menilai kompetisi grassroot perlu diperbanyak karena pemain muda membutuhkan pertandingan reguler.

“Kompetisi grassroot harus digalakkan sebanyak mungkin, karena anak-anak butuh jam terbang, mengasah skill dan mental, serta waktunya dari sekolah ke olahraga. Mereka butuh kesenangan bertemu teman-teman baru, bukan main handphone,” kata Ibnu.

Bagi “Kandang Ayam” Productions, munculnya empat pemain asing dalam kompetisi usia muda menjadi sinyal menarik. Jika kompetisi senior seperti Liga 1 dan Liga 2 identik dengan kehadiran pemain asing, fenomena serupa ternyata mulai terlihat di level grassroot.

Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kompetisi usia muda di Jakarta mulai dilirik keluarga dari berbagai latar belakang. Bagi para orang tua yang tinggal di Indonesia, keberadaan kompetisi yang berlangsung panjang menjadi salah satu pilihan untuk menjaga anak tetap memiliki ruang berkembang dalam sepak bola.

Dengan demikian, “Kandang Ayam” tidak hanya berupaya menciptakan pertandingan, tetapi juga membangun ekosistem kompetisi yang memungkinkan pemain muda mendapatkan jam terbang, pengalaman, pertemanan, dan ruang untuk mengejar cita-cita di lapangan hijau.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

SELAMAT YA PAK, RESMI JADI WARGA SIPIL LAGI

OLEH: Nabil M. Salim ADA KABAR duka untuk negara. Ada kabar bahagia untuk...

Rama Cirebon Harus Kerja Keras di Top 21 Grup 4 Dangdut Academy 8 

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Persaingan para akademia di panggung Dangdut Academy 8...

Musim Kemarau, Warga Galuga Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan

Laporan wartawan Terminalnews.id/Jef Sukapura TERMINALNEWS.ID, BOGOR — Warga di sekitar Tempat Pembuangan...

Ferry Juliantono Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

TERMINALNEWS.ID, BANJARNEGARA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan kunjungan kerja...

- A word from our sponsors -