TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER — Manchester United gagal mempertahankan dua kali keunggulan saat bermain imbang 2-2 melawan Everton. Gol dramatis Ainsley Maitland-Niles pada detik-detik akhir pertandingan membuat Setan Merah harus puas membawa pulang satu poin.
Meski terdapat sejumlah catatan positif, pelatih Michael Carrick diperkirakan kecewa dengan rapuhnya pertahanan Manchester United yang kembali gagal menjaga keunggulan.
United membuka skor melalui Bryan Mbeumo. Pemain asal Kamerun itu bergerak dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan terarah ke sudut jauh gawang Everton.
Everton kemudian menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui Tyrique George. Tendangan keras George mengarah ke pojok atas gawang dan gagal dihentikan Senne Lammens.
Manchester United kembali unggul setelah Benjamin Sesko mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Luke Shaw. Saat itu, United tampak berada di jalur kemenangan.
Namun, kemenangan tersebut sirna pada pengujung pertandingan. Maitland-Niles melepaskan tendangan jarak jauh yang bersarang di pojok atas gawang untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Hasil ini memberikan sejumlah catatan bagi Michael Carrick mengenai performa anak asuhnya.
Di bawah mistar, Senne Lammens dinilai tampil cukup baik meski kebobolan melalui dua tendangan berkualitas. Namun, penjaga gawang tersebut masih perlu lebih berani dan dominan dalam menguasai area kotak penalti.
Di lini belakang, Diogo Dalot mengalami kesulitan menghadapi permainan Tyrique George. Bek asal Portugal itu beberapa kali dilewati lawannya hingga akhirnya menerima kartu dan ditarik keluar. Performa tersebut dapat mengancam posisinya sebagai pemain inti.

Lisandro Martinez tampil cukup baik dalam duel udara dengan memenangkan tiga duel. Namun, ia mengalami kesulitan dalam duel di darat dan dua kali dilewati lawan.
Sementara Harry Maguire kembali mendapat sorotan setelah menerima kartu kuning akibat memprotes keputusan wasit. Kebiasaannya mudah terpancing emosi dinilai berpotensi merugikan United, terutama jika berujung pada akumulasi kartu dan skorsing.
Luke Shaw menjadi salah satu pemain penting dalam permainan United. Ia mampu menjaga sisi kiri pertahanan sekaligus aktif membantu serangan. Shaw juga menciptakan gol kedua United melalui umpan silang yang diselesaikan Sesko.
Di lini tengah, Youri Tielemans dinilai mampu menjaga aliran permainan United, tetapi memiliki kelemahan dalam aspek defensif. Kurangnya kecepatan membuat Everton beberapa kali mampu menembus area tengah.
Sebelumnya, Tielemans juga dikaitkan dengan kebutuhan United untuk memiliki gelandang yang lebih kuat secara fisik. Dalam artikel terkait, GiveMeSport menyoroti pemain Manchester United yang disebut menerima gaji £100.000 per pekan, atau sekitar Rp2,3 miliar per pekan dengan asumsi kurs £1 setara sekitar Rp23.000.
Kobbie Mainoo kembali menunjukkan pentingnya perannya di lini tengah. Meski United memiliki sejumlah opsi baru di sektor tersebut, Mainoo dinilai tetap menjadi salah satu gelandang paling menonjol.
Di lini depan, Bryan Mbeumo membuktikan ancamannya melalui gol yang dicetaknya. Namun, ia hanya mencatatkan 39 sentuhan sepanjang pertandingan. United dinilai perlu lebih sering melibatkan Mbeumo dalam permainan agar potensi serangannya dapat dimaksimalkan.
Ketergantungan United terhadap Bruno Fernandes juga kembali terlihat. Ketika sang kapten mampu tampil menentukan, United memiliki peluang besar meraih kemenangan. Namun, apabila Fernandes gagal memberikan pengaruh besar, permainan United disebut sering mengalami kesulitan.
Marcus Rashford menjadi salah satu pemain terbaik United dalam laga tersebut. Ia terus merepotkan pertahanan Everton dan menunjukkan bahwa dirinya masih berpotensi menjadi senjata utama di lini depan.
Adapun Matheus Cunha dinilai kurang maksimal ketika dimainkan sebagai penyerang tengah. Dengan kehadiran Benjamin Sesko, posisi striker utama tampaknya lebih cocok diisi pemain asal Slovenia tersebut.
Hasil imbang 2-2 melawan Everton menjadi pekerjaan rumah bagi Carrick, terutama untuk memperbaiki koordinasi pertahanan. United menunjukkan potensi besar dalam menyerang, tetapi kegagalan mempertahankan dua kali keunggulan membuat mereka kehilangan kesempatan meraih tiga poin penuh.

