TERMINALNEWS.ID, LONDON – Michael Owen membuat kejutan saat diminta menyusun daftar striker terbaik sepanjang sejarah Premier League.
Mantan penyerang Liverpool dan timnas Inggris itu justru menempatkan Alan Shearer di posisi keempat, meski Shearer hingga kini masih menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah kompetisi.
Owen merupakan salah satu striker Inggris paling terkenal. Ia bahkan menjadi satu-satunya penyerang dalam sejarah Premier League yang pernah meraih Ballon d’Or, penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola dunia, pada 2001.
Karier Owen di level tertinggi dimulai bersama Liverpool ketika masih remaja. Kecepatan, ketajaman, dan kemampuan mencetak gol membuatnya dengan cepat menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Inggris.
Namun, kariernya kemudian banyak terganggu cedera. Setelah meninggalkan Liverpool untuk bergabung dengan Real Madrid pada 2004, Owen menjalani periode yang kurang konsisten bersama Newcastle United, Manchester United, dan Stoke City.

Thierry Henry Jadi Pilihan Nomor Satu Owen
Ketika diminta melakukan blind ranking terhadap striker terbaik Premier League oleh SPORTbible, Owen menempatkan Thierry Henry sebagai pemain nomor satu.
Henry memang memiliki catatan luar biasa selama memperkuat Arsenal. Mantan penyerang timnas Prancis itu mencetak 175 gol Premier League dan menjadi salah satu ikon terbesar kompetisi.
Di posisi kedua, Owen memilih Wayne Rooney. Mantan pemain Everton dan Manchester United itu mencetak 208 gol Premier League.
Harry Kane berada di urutan ketiga dengan 213 gol selama membela Tottenham Hotspur. Kane bahkan berada di atas Shearer dalam daftar Owen, meski jumlah golnya masih di bawah legenda Newcastle tersebut.
Daftar 10 Striker Terbaik Premier League Versi Michael Owen
| Posisi | Pemain | Klub Premier League | Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | Thierry Henry | Arsenal | 175 |
| 2 | Wayne Rooney | Everton, Manchester United | 208 |
| 3 | Harry Kane | Tottenham Hotspur | 213 |
| 4 | Alan Shearer | Blackburn Rovers, Newcastle United | 260 |
| 5 | Erling Haaland | Manchester City | 115 |
| 6 | Sergio Aguero | Manchester City | 184 |
| 7 | Didier Drogba | Chelsea | 104 |
| 8 | Luis Suarez | Liverpool | 69 |
| 9 | Andy Cole | Newcastle United, Manchester United, Blackburn Rovers, Fulham, Manchester City, Portsmouth, Sunderland | 187 |
| 10 | Michael Owen | Liverpool, Newcastle United, Manchester United, Stoke City | 150 |
Haaland Ungguli Aguero
Salah satu keputusan menarik lainnya adalah Owen menempatkan Erling Haaland di posisi kelima, tepat di atas Sergio Aguero.
Haaland disebut telah mencapai 300 gol di level klub pada usia 26 tahun, termasuk 115 gol di Premier League. Sementara itu, Aguero mencetak 184 gol selama kariernya di kasta tertinggi Inggris bersama Manchester City.
Owen juga menempatkan Didier Drogba, Luis Suarez, dan Andy Cole di atas dirinya sendiri. Ia berada di posisi ke-10 dalam daftar tersebut, meski kemudian mengatakan bahwa dirinya kemungkinan layak berada di posisi keenam atau ketujuh jika diberi kesempatan menyusun ulang daftar.
Hubungan Owen dan Shearer Jadi Sorotan
Penempatan Shearer di posisi keempat menjadi semakin menarik karena hubungan kedua mantan rekan setim tersebut diketahui tidak lagi harmonis.
Owen dan Shearer pernah bermain bersama di Newcastle United serta timnas Inggris. Namun, keduanya dikabarkan tidak lagi berbicara sejak 2019.
Perselisihan tersebut berawal dari periode singkat Shearer sebagai manajer Newcastle pada musim 2008/09. Salah satu momen yang menjadi sumber perbedaan versi adalah pertandingan melawan Aston Villa pada laga terakhir musim tersebut.
Owen disebut mengatakan kepada pelatihnya bahwa dirinya tidak cukup fit untuk bermain. Shearer kemudian memiliki versi berbeda mengenai kejadian tersebut.
Owen Pernah Menyebut Shearer sebagai yang Terbaik
Menariknya, pandangan Owen terhadap Shearer ternyata pernah sangat berbeda.
Pada 2007, Owen pernah menyebut Shearer sebagai pemain terbaik dalam sejarah Premier League. Ia memuji konsistensi dan mentalitas Shearer, termasuk kemampuannya tetap produktif meski pernah mengalami cedera panjang.
Kini, hampir dua dekade kemudian, Owen menempatkan tiga striker di atas Shearer: Henry, Rooney, dan Kane.
Perubahan penilaian tersebut bisa saja disebabkan oleh perkembangan karier Rooney dan Kane setelah 2007. Ketika Owen memberikan penilaian pertamanya, Rooney masih aktif bermain dan Kane bahkan belum menjalani debutnya di Premier League.

