Latar Belakang Sanksi: Penolakan Guard of Honour
Insiden bermula ketika seluruh pemain Estudiantes, termasuk Veron sebagai petinggi klub, menolak memberikan guard of honour kepada Rosario Central pada laga babak 16 besar Clausura, Minggu lalu. Rosario Central dinyatakan sebagai juara liga setelah adanya perubahan regulasi, dengan total 66 poin dari gabungan musim Apertura dan Clausura.
Dalam aksi protes tersebut, para pemain Estudiantes membalikkan badan saat skuad Rosario memasuki lapangan—tindakan yang dianggap tidak sportif oleh Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Perubahan Regulasi Jadi Pemicu Protes
Sebelumnya, tim dengan poin tahunan tertinggi hanya berhak mendapat tiket Copa Libertadores. Adapun juara Apertura, Platense, dijadwalkan menghadapi juara Clausura—yang baru ditentukan bulan depan—untuk memperebutkan Trofi Champions akhir tahun.
Perubahan aturan yang tiba-tiba dan penobatan Rosario sebagai juara dinilai Estudiantes tidak sesuai ketentuan awal kompetisi, sehingga memicu aksi penolakan itu.
Keputusan Resmi AFA
Dalam pernyataan resmi Komite Disiplin AFA yang dikutip Reuters, Veron dikenai larangan enam bulan dari seluruh kegiatan terkait sepak bola. Sementara itu, kapten tim Estudiantes, Santiago Nunez, mendapat hukuman tiga bulan.
AFA juga menjatuhkan sanksi dua pertandingan kepada seluruh pemain yang terlibat dalam aksi yang disebut sebagai “perilaku tercela”. Namun, hukuman pemain baru akan berlaku pada turnamen berikutnya sehingga mereka tetap bisa tampil pada pertandingan perempat final Clausura melawan Central Cordoba pada Sabtu mendatang.
AFA menegaskan bahwa sanksi pemain akan dijalankan secara bergiliran agar tidak mengganggu integritas kompetisi yang sedang berlangsung.


