Laporan wartawan Terminalnews.id/Jef Sukapura
TERMINALNEWS.Id, BOGOR – Sebanyak 98 warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setelah menghirup asap tebal dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (7/9/2026) tersebut hingga Rabu (9/9/2026) masih menyisakan kepulan asap dari gunungan sampah. Kondisi itu membuat asap terus menyelimuti sejumlah permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.
Data mengenai warga yang mengalami gangguan kesehatan tersebut diperoleh dari Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang didirikan di Kampung Mangir, Desa Galuga, sejak Selasa (8/9/2026).
“Sampai Rabu (9/9/2026), tercatat 98 warga Galuga terserang ISPA. Di antaranya mengalami sesak napas, radang tenggorokan, iritasi mata, batuk-batuk, hingga demam,” kata Sugeng Wibisono, petugas kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, kepada TerminalNews.id.
Menurut Sugeng, seluruh warga yang mengalami keluhan kesehatan telah mendapatkan penanganan medis. Namun, jumlah penderita ISPA diperkirakan masih dapat bertambah selama asap dari kebakaran belum sepenuhnya hilang.
“Semua warga yang terserang ISPA sudah kami tangani dan diberikan obat-obatan, seperti antibiotik, obat penurun demam, obat batuk, serta obat untuk mengatasi iritasi mata,” ujarnya.
Sugeng menambahkan, Posko Kesehatan di Kampung Mangir melayani warga sejak pagi hingga pukul 20.00 WIB. Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan posko kesehatan yang beroperasi selama 24 jam di Kantor UPT Galuga Kabupaten Bogor untuk melayani masyarakat yang terdampak kebakaran.

Asap Masih Mengepul
Pantauan TerminalNews.id pada Rabu sore menunjukkan, sejumlah bagian gunungan sampah yang terbakar masih mengeluarkan asap tebal. Kepulan asap terlihat berasal dari area di sebelah timur inplacement gerbang masuk truk sampah.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 210 meter dari Kantor UPTD Sampah Galuga Kota Bogor.
Kondisi ini menjadi perhatian karena asap dari timbunan sampah yang terbakar masih berpotensi mengganggu kualitas udara dan kesehatan warga yang tinggal di sekitar TPAS Galuga.
Petugas kesehatan pun terus melakukan penanganan terhadap warga yang mengalami keluhan akibat paparan asap, sementara kondisi di lokasi kebakaran masih dalam pemantauan.

