JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Kesebelasan Toyo Haryono FC melanjutkan tren positifnya di Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026 setelah menundukkan Rorotan United 1-0 pada pertandingan Grup Barat di Lapangan PSF Pancoran, Minggu (26/7). Kemenangan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Toyo Haryono sekaligus mengangkat posisi mereka ke papan tengah klasemen sementara. Sebelumnya, mereka juga sukses mengalahkan Real Jakarta dengan skor 2-0.
Gol tunggal Muhammad Alif Al Faqih pada menit ke-25 menjadi penentu kemenangan Toyo Haryono dalam pertandingan yang berlangsung selama 2×30 menit.
Tambahan tiga poin membuat Toyo Haryono melonjak dua peringkat dari posisi keenam ke peringkat keempat dengan koleksi enam poin hasil dua kemenangan dan dua kekalahan. Sebaliknya, Rorotan United harus turun ke posisi ketujuh setelah baru sekali meraih kemenangan dari empat pertandingan. Sementara UMS yang sebelumnya berada di papan atas kini melorot ke peringkat keenam setelah kalah 1-3 dari Tunas Indonesia.
Manajer Toyo Haryono FC, Tian Usti R., mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil dari proses evaluasi yang terus dilakukan tim sejak awal kompetisi. Ia melihat komunikasi antarpemain mulai menunjukkan perkembangan meski kehadiran pemain saat latihan belum selalu lengkap.
“Komunikasi antarpemain sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Namun kami masih harus meningkatkan kondisi fisik dan memperbaiki transisi permainan karena itu masih menjadi kelemahan tim,” ujar Tian.
Ia menambahkan pergantian pemain juga menjadi bagian dari proses pembinaan agar seluruh pemain mendapatkan kesempatan bertanding dan menambah pengalaman di kompetisi.
Di kubu Rorotan United, Manajer Saprial Azhar menilai timnya sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang tercipta.
“Ada miskomunikasi di lapangan dan pemain sedikit terbebani setelah menang pada pertandingan sebelumnya. Penguasaan bola sebenarnya cukup baik, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi masalah,” katanya.
Menurut Saprial, setiap pertandingan selalu menjadi bahan evaluasi tim pelatih. Seluruh penampilan pemain dikaji kembali sebelum dibahas bersama agar kesalahan yang sama tidak terulang pada pertandingan berikutnya.
Mantan pemain Timnas Indonesia yang kini bertugas sebagai pemandu bakat Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026, Patar Tambunan, menilai perkembangan Toyo Haryono menjadi contoh pentingnya proses evaluasi dalam kompetisi usia muda.
Menurut Patar, pola permainan kedua tim memang belum mengalami banyak perubahan dibanding pekan-pekan sebelumnya. Namun, dua kemenangan beruntun yang diraih Toyo Haryono menunjukkan adanya kemajuan dalam menerapkan hasil evaluasi di lapangan.
“Kompetisi dengan jumlah pertandingan yang banyak memberi kesempatan setiap tim memperbaiki kekurangan dari laga sebelumnya. Tim yang mampu mengevaluasi diri biasanya akan menunjukkan perkembangan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” ujar Patar.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa konsistensi melakukan evaluasi menjadi salah satu faktor penting dalam pembinaan pemain muda, sekaligus menjaga peluang tim untuk terus bersaing di papan tengah klasemen Grup Barat.

